bacakoran.co

Sebulan Pascabanjir Bandang Aceh, Relawan Terobos Medan Sulit Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Sebulan pascabanjir bandang dan longsor di Aceh, proses pemulihan masih menghadapi banyak tantangan.--Youtube-@BeritaSatuChannel

BACAKORAN.CO - Lebih dari sebulan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, kondisi di lokasi terdampak masih jauh dari kata pulih.

Proses pemulihan pascabencana terus berlangsung, namun tantangan besar masih dihadapi, terutama terkait akses dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Di tengah keterbatasan tersebut, para relawan kemanusiaan tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan menerobos medan sulit demi membantu para penyintas.

Melansir dari video youtube @BeritaSatuChannel, Banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu telah merusak infrastruktur vital, mulai dari jalan penghubung antar desa hingga fasilitas umum.

BACA JUGA:Dokumen Hilang Disapu Banjir, Kemendagri Cetak Puluhan Ribu KTP dan KK Gratis untuk Wilayah Sumatera!

BACA JUGA:Kemenko Infra Turunkan Tim Khusus Percepat Penanganan Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Akibatnya, distribusi bantuan tidak berjalan mudah.

Tim relawan harus menempuh jalur berlumpur, jalan terjal, bahkan menyusuri wilayah yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau kendaraan khusus.

Meski penuh risiko, semangat kemanusiaan menjadi alasan utama mereka tetap bertahan di lapangan.

Hingga saat ini, fokus utama relawan adalah menyalurkan bantuan logistik seperti bahan pangan, air bersih, perlengkapan bayi, serta obat-obatan.

BACA JUGA:Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Wisata Guci Tegal, Dua Pemandian Air Panas Porak-Poranda!

BACA JUGA:Akses Terputus Akibat Banjir Bandang, Alat Berat Dikerahkan Alihkan Sungai di Batu Busuak Padang!

Selain itu, layanan kesehatan gratis juga terus diberikan kepada warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

Banyak penyintas, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak, masih membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin akibat kondisi lingkungan yang belum stabil.

Sebulan Pascabanjir Bandang Aceh, Relawan Terobos Medan Sulit Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Puput

Puput


bacakoran.co - lebih dari sebulan pascabanjir bandang dan  yang melanda sejumlah wilayah di aceh, kondisi di lokasi terdampak masih jauh dari kata pulih.

proses pemulihan  terus berlangsung, namun tantangan besar masih dihadapi, terutama terkait akses dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

di tengah keterbatasan tersebut, para relawan kemanusiaan tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan menerobos medan sulit demi membantu para penyintas.

melansir dari video youtube @beritasatuchannel,  bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu telah merusak infrastruktur vital, mulai dari jalan penghubung antar desa hingga fasilitas umum.

akibatnya, distribusi bantuan tidak berjalan mudah.

tim relawan harus menempuh jalur berlumpur, jalan terjal, bahkan menyusuri wilayah yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki atau kendaraan khusus.

meski penuh risiko, semangat kemanusiaan menjadi alasan utama mereka tetap bertahan di lapangan.

hingga saat ini, fokus utama relawan adalah menyalurkan bantuan logistik seperti bahan pangan, air bersih, perlengkapan bayi, serta obat-obatan.

selain itu, layanan kesehatan gratis juga terus diberikan kepada warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

banyak penyintas, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak, masih membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin akibat kondisi lingkungan yang belum stabil.

salah satu warga terdampak, riski saradi, menyampaikan harapan besar kepada para relawan dan pihak terkait.

ia menyoroti pentingnya fasilitas dasar bagi kelompok rentan di pengungsian.

“fasilitas untuk ibu hamil, anak bayi, dan yang utama penerangan.

kami minta tenaga surya, tidak perlu besar, kecil pun jadi, karena kasihan ibu-ibu.

malam mau ke kamar mandi tidak ada penerangan,” ujarnya dengan nada harap.

permintaan tersebut mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi warga pengungsian.

minimnya penerangan di malam hari tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

penggunaan lampu tenaga surya dinilai sebagai solusi efektif mengingat keterbatasan listrik di wilayah terdampak.

para relawan mengakui bahwa kebutuhan warga masih sangat besar, sementara bantuan yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi.

koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar bantuan dapat merata dan tepat sasaran.

selain bantuan fisik, dukungan psikososial juga menjadi perhatian, mengingat trauma akibat bencana masih dirasakan oleh banyak penyintas.

sebulan pascabencana, aceh masih membutuhkan uluran tangan.

ketangguhan relawan yang rela menembus medan sulit menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak pernah padam.

diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, sehingga para penyintas bisa kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.

Tag
Share