Sebulan Pascabanjir Bandang Aceh, Relawan Terobos Medan Sulit Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Sebulan pascabanjir bandang dan longsor di Aceh, proses pemulihan masih menghadapi banyak tantangan.--Youtube-@BeritaSatuChannel
Salah satu warga terdampak, Riski Saradi, menyampaikan harapan besar kepada para relawan dan pihak terkait.
Ia menyoroti pentingnya fasilitas dasar bagi kelompok rentan di pengungsian.
BACA JUGA:Belum Tuntas Banjir & Longsor, Tanah Bergerak Kembali Hancurkan Rumah Warga Tapanuli Selatan
“Fasilitas untuk ibu hamil, anak bayi, dan yang utama penerangan.
Kami minta tenaga surya, tidak perlu besar, kecil pun jadi, karena kasihan ibu-ibu.
Malam mau ke kamar mandi tidak ada penerangan,” ujarnya dengan nada harap.
Permintaan tersebut mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi warga pengungsian.
BACA JUGA:Indonesia Dikepung Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Sumatera Bisa Meluas
Minimnya penerangan di malam hari tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Penggunaan lampu tenaga surya dinilai sebagai solusi efektif mengingat keterbatasan listrik di wilayah terdampak.
Para relawan mengakui bahwa kebutuhan warga masih sangat besar, sementara bantuan yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi.
Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar bantuan dapat merata dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Mensos Ingatkan Artis & Influencer Soal Donasi Bencana Banjir Sumatera: Sebaiknya Izin Dulu