Anak Titipan Dinas Sosial Lubuklinggau Dianiaya Petugas Yayasan, Polisi Tunggu Laporan Resmi
Seorang Anak Berinsial A diduga menjadi korban penganiayaan pekerja salah satu Yayasan di Lubuklinggau. (foto : tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO -- Sebuah vidio pendek memilukan beredar di media sosial hingga mengundang keperihatinan netizen di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Dalam vidio itu terlihat seorang anak laki-laki tanpa mengenakan baju, menampakkan punggungnya yang penuh luka yang masih basah dan luka lebam. Ketika melihat luka-luka itu, sejumlah ibu-ibu yang suaranya terdengar dalam vidio merasa prihatin.
Anak yang kemudian diketahui binisial A itu diduga menjadi korban penganiayaan petugas rehabilitasi di Yayasan Rumah Asa Silampari di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Selain itu A juga menderita luka pada kaki dan tangan yang diduga bekas dipecut menggunakan benda tumpul berupa kayu atau rotan.
BACA JUGA:Aksi Seorang Anak Remaja Curi 2 Unit Motor Terekam CCTV, Sempat Sembunyi di Kebun Sebelum Tertangkap
BACA JUGA:Viral! Wanita di Bantul Aniaya Anak Tiri, Korban Dipukuli hingga Disundut Rokok
Dikutip dari Linggaupos.co.id, Ketua Yayasan Rumah Asa Silampari, Tomi Lesmana mengakui jika A merupakan anak titipan dari Dinas Sosial Kota Lubuklinggau yang menjalani rehabilitasi di tempatnya.
Menurutnya persoalan dugaan penganiayaan terhadap A sedang proses penyelesaian. “Anak tersebut merupakan hasil penertiban anak jalanan oleh Pol PP terhadap anak punk. Karena tidak ada tempat penitipan anak, Dinsos menitipkannya sementara ke Rumah Asa Silampari sambil menunggu keluarga,” jelas Tomi Lesmana, Selasa 13 Januari 2026.
Rencana awal, A hanya dititipkan beberapa hari. Namun saat keluarganya datang ke Dinsos, justru menyatakan lepas tangan dan tidak bisa membina A karena dianggap kenakalannya sudah di luar batas.
Dikatakan Tomi, A sempat dipulangkan ke orang tuanya, namun kembali lagi ke Kota Lubuklinggau. “Ketika kembali ke Lubuklinggau, kembali terjaring penertiban. Karena tidak ada tempat penampungan, Dinsos kembali meminta bantuan Rumah Asa Silampari,” katanya.
BACA JUGA:Ini Agenda John Herdman Usai Diperkenalkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia
BACA JUGA:Pemain Terbaik Piala AFF 2010 Ini Pesimis Indonesia ke Piala Dunia Bersama John Herdman
Bahkan kata Tomi, A sudah setahun lebih berada di Rumah Asa Silampari. Selama itu juga, tidak ada respons dari keluarganya.“Namun dalam beberapa waktu terakhir, sering berulah dan ingin kembali hidup bebas di jalanan. Hal ini, juga sudah kami laporkan kepada Dinas Sosial,” katanya.
Selama berada di Rumah Asa Silampari, A juga membantu aktivitas di yayasan tersebut. Hanya saja A sering melakukan tindakan di luar kewajaran. “Pernah membocorkan gas, mengencingi beras dan perilaku buruk lainnya,” ujarnya.