bacakoran.co

Rusia Kembali Hujani Ukraina dengan Ratusan Drone & Rudal, Infrastruktur Energi Lumpuh di Tengah Musim Dingin

Rusia Kembali Hujani Ukraina dengan Ratusan Drone & Rudal, Infrastruktur Energi Lumpuh di Tengah Musim Dingin--

BACAKORAN.CO - Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas di awal 2026.

Pada Selasa (13/1/2026) dini hari waktu setempat, Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesarnya dalam beberapa bulan terakhir.

Ratusan drone dan puluhan rudal diluncurkan secara bersamaan, menargetkan sejumlah wilayah strategis di Ukraina, termasuk infrastruktur energi vital yang menopang kehidupan warga di tengah musim dingin ekstrem.

Serangan masif ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.

BACA JUGA:100 Ton Ikan Salem Ilegal Nyaris Masuk RI, KKP Bongkar Modus Licik di Tanjung Priok!

Selain korban jiwa, dampak paling terasa adalah terganggunya pasokan listrik dan pemanas, yang membuat ratusan ribu rumah tangga harus menghadapi suhu dingin tanpa energi memadai.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa serangan Rusia menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran, terutama di wilayah sekitar Kyiv, ibu kota Ukraina.

Menurutnya, “beberapa ratus ribu” rumah warga terdampak akibat rusaknya sistem kelistrikan.

Pemadaman listrik darurat pun diberlakukan oleh otoritas Kyiv dan wilayah sekitarnya hanya beberapa jam setelah serangan terjadi.

BACA JUGA:Anak Titipan Dinas Sosial Lubuklinggau Dianiaya Petugas Yayasan, Polisi Tunggu Laporan Resmi

Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah sekaligus menjaga stabilitas sistem energi nasional yang sudah rapuh sejak awal perang.

Penyedia energi terbesar Ukraina, DTEK, mengungkapkan bahwa salah satu pembangkit listrik mereka kembali menjadi sasaran serangan Rusia.

Ini merupakan serangan kedelapan terhadap fasilitas DTEK sejak Oktober tahun lalu.

Meski tidak merinci lokasi pembangkit yang diserang, DTEK menyebut bahwa sejak invasi Rusia pada 2022, fasilitas energi miliknya telah diserang lebih dari 220 kali.

Rusia Kembali Hujani Ukraina dengan Ratusan Drone & Rudal, Infrastruktur Energi Lumpuh di Tengah Musim Dingin

Melly

Melly


bacakoran.co - konflik rusia dan ukraina kembali memanas di awal 2026.

pada selasa (13/1/2026) dini hari waktu setempat, rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesarnya dalam beberapa bulan terakhir.

ratusan drone dan puluhan rudal diluncurkan secara bersamaan, menargetkan sejumlah wilayah strategis di ukraina, termasuk infrastruktur energi vital yang menopang kehidupan warga di tengah musim dingin ekstrem.

serangan masif ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.

selain korban jiwa, dampak paling terasa adalah terganggunya pasokan listrik dan pemanas, yang membuat ratusan ribu rumah tangga harus menghadapi suhu dingin tanpa energi memadai.

presiden ukraina volodymyr zelensky mengonfirmasi bahwa serangan rusia menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran, terutama di wilayah sekitar kyiv, ibu kota ukraina.

menurutnya, “beberapa ratus ribu” rumah warga terdampak akibat rusaknya sistem kelistrikan.

pemadaman listrik darurat pun diberlakukan oleh otoritas kyiv dan wilayah sekitarnya hanya beberapa jam setelah serangan terjadi.

langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah sekaligus menjaga stabilitas sistem energi nasional yang sudah rapuh sejak awal perang.

penyedia energi terbesar ukraina, dtek, mengungkapkan bahwa salah satu pembangkit listrik mereka kembali menjadi sasaran serangan rusia.

ini merupakan serangan kedelapan terhadap fasilitas dtek sejak oktober tahun lalu.

meski tidak merinci lokasi pembangkit yang diserang, dtek menyebut bahwa sejak invasi rusia pada 2022, fasilitas energi miliknya telah diserang lebih dari 220 kali.

serangan berulang ini memperlihatkan pola yang jelas: rusia secara konsisten menjadikan infrastruktur energi ukraina sebagai target utama, terutama saat musim dingin.

strategi tersebut dinilai bertujuan melemahkan ketahanan sipil dengan memutus aliran listrik dan pemanas, sehingga tekanan terhadap pemerintah ukraina semakin besar.

angkatan udara ukraina melaporkan bahwa serangan kali ini melibatkan sedikitnya 25 rudal dan 293 drone.

jumlah ini menjadikan serangan tersebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

di wilayah kharkiv, gubernur setempat melaporkan empat korban tewas dan enam orang luka-luka akibat serangan semalam.

serangan terjadi tidak hanya di pusat kota kharkiv, tetapi juga di daerah pinggiran, memperluas dampak kerusakan dan korban sipil.

menanggapi situasi ini, presiden volodymyr zelensky kembali menyerukan dukungan internasional.

ia meminta negara-negara sekutu ukraina untuk segera mengirimkan paket bantuan baru, khususnya sistem pertahanan udara.

“dunia dapat menanggapi teror rusia ini dengan paket bantuan baru untuk ukraina,” tulis zelensky melalui media sosial.

ia juga menegaskan bahwa rusia tidak akan memenangkan perang hanya dengan memanfaatkan cuaca dingin sebagai senjata tambahan.

menurutnya, ketahanan ukraina bergantung pada solidaritas global dan kemampuan negara tersebut untuk melindungi wilayah udaranya dari serangan berulang.

serangan ini datang di saat ukraina tengah menghadapi musim dingin yang membekukan.

suhu rendah membuat kebutuhan listrik dan pemanas meningkat drastis.

ketika pasokan energi terganggu, risiko krisis kemanusiaan pun ikut meningkat, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga di daerah konflik aktif.

dalam beberapa bulan terakhir, rusia terus melancarkan serangan drone dan rudal hampir setiap hari.

pola ini menunjukkan bahwa konflik belum akan mereda dalam waktu dekat, dan ukraina harus bersiap menghadapi tekanan militer serta krisis energi secara bersamaan.

Tag
Share