bacakoran.co

Akses Wilayah Pulih, Pemerintah Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana di Sumatera

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan tidak ada lagi daerah terisolasi di Sumatera pascabencana. Jalan dan jembatan nasional sudah berfungsi--

BACAKORAN.CO - Pemerintah memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berdasarkan pembaruan kondisi terkini pada hari ke-52 setelah bencana terjadi.

Dalam taklimat media di Kantor Kementerian PU, Dody menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak kini sudah dapat diakses kembali melalui jalur darat.

Artinya, proses pemulihan infrastruktur utama telah menunjukkan hasil signifikan setelah melalui tahapan darurat dan tanggap bencana.

BACA JUGA:Menu Program Makan Bergizi Gratis Diprotes, BGN Hentikan Sementara Dapur Sindang Sari Lampung!

“Per hari ini, dapat saya sampaikan bahwa sudah tidak ada lagi kabupaten atau kota yang terisolasi,” ujar Dody.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pemulihan ekonomi, distribusi logistik, hingga mobilitas masyarakat di tiga provinsi yang sebelumnya terdampak cukup parah.

Dody menjelaskan, seluruh ruas jalan nasional dan jembatan nasional yang sebelumnya terputus kini sudah kembali dapat dilalui.

Total terdapat 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sempat rusak akibat bencana.

BACA JUGA:Polisi Gadungan di Makassar Dicegat Warga Usai Peras Pelajar SMA dengan Modus Razia Narkoba

Meski sebagian masih bersifat sementara, jalur tersebut sudah berfungsi secara fungsional dan memungkinkan kendaraan melintas.

Pemulihan infrastruktur nasional ini menjadi prioritas awal karena berperan penting sebagai penghubung antardaerah serta jalur utama distribusi bantuan kemanusiaan.

Dengan terbukanya kembali akses ini, pemerintah memastikan penyaluran logistik dan bantuan sosial kini dapat dilakukan secara optimal melalui jalur darat.

Fokus Bergeser ke Kecamatan dan Desa

Akses Wilayah Pulih, Pemerintah Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana di Sumatera

Melly

Melly


bacakoran.co - pemerintah memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sumatera utara, sumatera barat, dan aceh.

kepastian ini disampaikan langsung oleh menteri pekerjaan umum (pu) dody hanggodo berdasarkan pembaruan kondisi terkini pada hari ke-52 setelah bencana terjadi.

dalam taklimat media di kantor kementerian pu, dody menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak kini sudah dapat diakses kembali melalui jalur darat.

artinya, proses pemulihan infrastruktur utama telah menunjukkan hasil signifikan setelah melalui tahapan darurat dan tanggap bencana.

“per hari ini, dapat saya sampaikan bahwa sudah tidak ada lagi kabupaten atau kota yang terisolasi,” ujar dody.

pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pemulihan ekonomi, distribusi logistik, hingga mobilitas masyarakat di tiga provinsi yang sebelumnya terdampak cukup parah.

dody menjelaskan, seluruh ruas jalan nasional dan jembatan nasional yang sebelumnya terputus kini sudah kembali dapat dilalui.

total terdapat 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sempat rusak akibat bencana.

meski sebagian masih bersifat sementara, jalur tersebut sudah berfungsi secara fungsional dan memungkinkan kendaraan melintas.

pemulihan infrastruktur nasional ini menjadi prioritas awal karena berperan penting sebagai penghubung antardaerah serta jalur utama distribusi bantuan kemanusiaan.

dengan terbukanya kembali akses ini, pemerintah memastikan penyaluran logistik dan bantuan sosial kini dapat dilakukan secara optimal melalui jalur darat.

fokus bergeser ke kecamatan dan desa

meski akses antarkabupaten dan kota sudah pulih, pemerintah belum berhenti bekerja.

fokus penanganan kini dialihkan ke tingkat kecamatan dan desa yang masih mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada jalan dan jembatan daerah.

menurut dody, masih terdapat sekitar 2.000 unit jalan dan jembatan daerah yang belum dapat difungsikan.

infrastruktur ini tersebar di wilayah pedesaan dan daerah terpencil, yang menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan.

“sekarang kita fokus ke kecamatan dan desa, karena masih ada hampir 2.000 jalan dan jembatan daerah yang terputus,” jelasnya.

secara keseluruhan, dampak bencana terhadap infrastruktur daerah mencapai 2.710 unit.

rinciannya meliputi sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah yang mengalami kerusakan dengan tingkat beragam.

hingga saat ini, jalan daerah yang sudah kembali berfungsi secara fungsional baru mencapai sekitar 72 persen.

sementara itu, penanganan jembatan daerah masih tergolong lambat, dengan progres baru sekitar 12 persen.

hal ini disebabkan oleh tingkat kerusakan yang berat, seperti ambles, fondasi rusak, hingga putus total.

perbaikan jembatan membutuhkan waktu lebih lama karena melibatkan aspek teknis, keamanan struktur, serta kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau.

kolaborasi lintas sektor jadi kunci

untuk mempercepat pemulihan, kementerian pu terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tni, polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

kolaborasi ini dinilai penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“kita bekerja hand in hand dengan tni, polri, dan masyarakat supaya urusan jembatan ini bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin,” kata dody.

dengan terbukanya akses darat di seluruh kabupaten dan kota, pemerintah juga memastikan bahwa distribusi bantuan kemanusiaan tidak lagi mengalami kendala besar.

meski demikian, perbaikan lanjutan tetap diperlukan agar infrastruktur dapat berfungsi secara permanen dan aman dalam jangka panjang.

pemulihan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan konektivitas wilayah, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat yang terdampak bencana di sumatera.

Tag
Share