bacakoran.co

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Korban Kedua Ditemukan, 1.200 Personel SAR Dikerahkan di Pangkep!

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Korban Kedua Ditemukan, 1.200 Personel SAR Dikerahkan di Pangkep!--Tribun-timur.com - Tribunnews.com

BACAKORAN.CO - Kabar baik kembali datang dari tim SAR. Korban kedua pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan.

Korban tersebut berada di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter, sehingga proses evakuasi sempat mengalami kesulitan.  

Penemuan korban kedua ini disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Ia menjelaskan bahwa pencarian yang memasuki hari ketiga pasca kecelakaan masih menghadapi berbagai kendala, terutama faktor cuaca dan kondisi medan yang ekstrem.

BACA JUGA:Insanul Fahmi Bertahan Demi Inara Rusli, Yakin Wardatina Mawa Masih Cinta Meski Disebut Terhasut!

BACA JUGA:Tangkap Pengedar Narkoba di Desa Kepur, Polisi Sita Sabu dan Pil Ekstasi

Meski demikian, kurang dari 24 jam setelah penemuan korban pertama, tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban berikutnya.  

“Terdapat beberapa hambatan yang kami hadapi dalam pencarian, mulai dari cuaca hingga kondisi medan yang cukup ekstrem,” ujar Syafii.  

Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan. Pihak SAR berharap seluruh korban yang berjumlah 10 orang dapat segera ditemukan.

Sebelumnya, korban pertama yang berjenis kelamin pria telah ditemukan pada Minggu, 18 Januari.  

BACA JUGA:Pendaki Dilaporkan Hilang di Bukit Mongkrang, Jalur Resmi Ditutup dan SAR Dikerahkan Perluas Pencarian

BACA JUGA:Imbas Banjir, KAI Batalkan 11 Perjalanan dari Jakarta dan Refund Tiket 100 Persen hingga Rp3,5 Miliar

Diketahui, kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi pada Sabtu, 17 Januari, saat pesawat tersebut tengah menjalankan misi pemantauan lapangan untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Peristiwa tragis ini menelan 10 korban jiwa, termasuk dua orang anggota KKP.  

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Korban Kedua Ditemukan, 1.200 Personel SAR Dikerahkan di Pangkep!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - kabar baik kembali datang dari tim sar. korban kedua pesawat atr 42-500 yang jatuh di kawasan gunung bulusaraung, kabupaten pangkep, sulawesi selatan, berhasil ditemukan.

korban tersebut berada di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter, sehingga proses evakuasi sempat mengalami kesulitan.  

penemuan korban kedua ini disampaikan langsung oleh kepala basarnas, marsekal madya tni mohammad syafii.

ia menjelaskan bahwa pencarian yang memasuki hari ketiga pasca kecelakaan masih menghadapi berbagai kendala, terutama faktor cuaca dan kondisi medan yang ekstrem.

meski demikian, kurang dari 24 jam setelah penemuan korban pertama, tim sar gabungan kembali berhasil menemukan korban berikutnya.  

“terdapat beberapa hambatan yang kami hadapi dalam pencarian, mulai dari cuaca hingga kondisi medan yang cukup ekstrem,” ujar syafii.  

dalam operasi pencarian ini, sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan. pihak sar berharap seluruh korban yang berjumlah 10 orang dapat segera ditemukan.

sebelumnya, korban pertama yang berjenis kelamin pria telah ditemukan pada minggu, 18 januari.  

diketahui, kecelakaan pesawat atr 42-500 terjadi pada sabtu, 17 januari, saat pesawat tersebut tengah menjalankan misi pemantauan lapangan untuk kementerian kelautan dan perikanan.

peristiwa tragis ini menelan 10 korban jiwa, termasuk dua orang anggota kkp.  

untuk mempercepat proses pencarian, tim sar berencana menggunakan helikopter.

namun, rencana tersebut belum sepenuhnya dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.  

sebelumnya, setelah melalui proses pencarian yang penuh tantangan, tim sar gabungan akhirnya berhasil menemukan satu korban dari kecelakaan pesawat atr 24 500.

penemuan ini menjadi titik terang pertama setelah beberapa hari upaya pencarian dilakukan secara intensif di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau.

informasi tersebut disampaikan langsung oleh pangdam xiv hasanudin, mayjen tni bangun nawoko, yang menegaskan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi puing pesawat yang berserakan di area pegunungan.

kecelakaan tragis ini terjadi pada sabtu, 17 januari lalu. pesawat atr 24 500 diketahui sedang menjalankan misi pemantauan untuk mendukung kegiatan kementerian kelautan dan perikanan.

namun, dalam perjalanan, pesawat mengalami insiden yang menyebabkan jatuhnya pesawat di kawasan perbukitan bulusaraung, kabupaten pangkep, sulawesi selatan.

sejak saat itu, tim gabungan yang terdiri dari tni, polri, basarnas, serta relawan setempat terus melakukan pencarian dengan segala keterbatasan yang ada.

menurut penjelasan mayjen bangun nawoko, puing-puing pesawat ditemukan tersebar di berbagai titik dengan ketinggian yang berbeda-beda.

ada bagian pesawat yang berada di puncak bukit, sementara sebagian lainnya terpisah dan jatuh di lereng dengan kondisi medan yang curam.

hal ini membuat proses pencarian menjadi semakin sulit, apalagi cuaca di lokasi sering berubah-ubah, mulai dari kabut tebal, hujan deras, hingga angin kencang yang menghambat pergerakan tim.

jenazah korban yang berhasil ditemukan akhirnya dievakuasi melalui jalur darat.

keputusan ini diambil karena kondisi cuaca tidak memungkinkan penggunaan helikopter.

meski jalur darat penuh risiko dan membutuhkan tenaga ekstra, tim sar tetap berusaha maksimal agar korban bisa segera dibawa turun dan diserahkan kepada pihak keluarga.

bangun nawoko menambahkan, apabila cuaca membaik, pihaknya akan segera mengerahkan helikopter untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi di titik-titik yang sulit dijangkau.

sementara itu, pencarian terhadap sembilan korban lainnya masih terus dilakukan.

tim sar menduga bahwa para korban kemungkinan besar terpisah satu sama lain akibat benturan keras dan kondisi medan yang ekstrem.

oleh karena itu, pencarian dilakukan dengan menyisir setiap sudut perbukitan, termasuk area yang tertutup hutan lebat.

upaya ini membutuhkan koordinasi yang ketat, kesabaran, serta keberanian dari seluruh personel yang terlibat.

dalam kesempatan tersebut, mayjen bangun juga meminta pihak keluarga korban untuk tetap sabar dan mempercayakan sepenuhnya proses pencarian kepada tim gabungan.

ia menekankan bahwa medan di puncak bulusaraung sangat sulit, ditambah lagi dengan cuaca yang tidak menentu, sehingga pencarian membutuhkan waktu dan strategi khusus.

meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

kisah pencarian ini menjadi gambaran nyata betapa besar perjuangan tim sar dalam menghadapi medan berat demi menjalankan tugas kemanusiaan.

harapan terbesar kini tertuju pada cuaca yang lebih bersahabat agar proses pencarian bisa berjalan lebih cepat dan seluruh korban dapat segera ditemukan serta dievakuasi dengan aman.  

Tag
Share