bacakoran.co - upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di sumatera utara kembali menunjukkan hasil tegas.
badan narkotika nasional provinsi (bnnp) sumatera utara bersama polda sumut menggerebek sebuah kawasan yang diduga kuat sebagai kampung narkoba di wilayah percut sei tuan, kabupaten deli serdang.
dalam operasi gabungan tersebut, aparat berhasil mengamankan 19 orang beserta sejumlah barang bukti narkotika.
penggerebekan berlangsung pada kamis (22/1/2026) siang, tepatnya di jalan serka ismail, kawasan yang selama ini dikenal warga sekitar dengan sebutan pekan jumat.
lokasi ini sudah lama dicurigai sebagai pusat transaksi dan penyalahgunaan narkoba, sehingga menjadi target operasi aparat penegak hukum.
aksi penindakan ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur. selain bnnp sumut, penggerebekan juga didukung oleh sat brimobda sumut dan dit samapta polda sumut.
kehadiran pasukan bersenjata lengkap dilakukan untuk memastikan operasi berjalan aman dan mencegah perlawanan dari pihak-pihak yang berada di lokasi.
menurut keterangan resmi bnn, penggerebekan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menekan peredaran narkoba yang dinilai sudah meresahkan masyarakat.
di lokasi tersebut, petugas menemukan barak-barak liar yang diduga digunakan sebagai tempat konsumsi sekaligus transaksi narkotika.
barak-barak itu berdiri semi permanen dan tersambung aliran listrik ilegal, memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut telah lama beroperasi sebagai tempat penyalahgunaan narkoba secara terbuka.
dalam penyisiran lokasi, petugas gabungan menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas narkoba.
barang bukti yang diamankan antara lain narkotika jenis sabu dan ganja, alat isap atau bong, serta sejumlah orang yang diduga baru saja menggunakan narkoba.
sebanyak 19 orang diamankan dan langsung dibawa ke kantor bnnp sumatera utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
mereka masing-masing berinisial aw, ma, w, ii, ry, cfs, rm, ah, as, su, rp, jg, ij, ep, gu, rh, sa, dan ma.
selain itu, aparat juga menyita 14 bungkus plastik berisi sabu dengan berat total mencapai 939,59 gram, serta satu bungkus kertas berisi ganja seberat 6,01 gram.
tak hanya narkotika, petugas turut mengamankan satu unit airsoft gun, enam sekop, uang tunai rp3,7 juta, dan empat unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aktivitas di lokasi tersebut.
sebagai langkah lanjutan agar lokasi tidak kembali digunakan, petugas melakukan pembongkaran total barak narkoba.
aliran listrik yang terhubung ke barak diputus, lalu sisa bangunan yang telah dirobohkan dibakar.
tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kawasan tersebut kembali menjadi sarang peredaran narkoba.
langkah tegas ini juga mendapat dukungan warga sekitar yang selama ini merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut.
sebelumnya, kepala bnn ri komjen suyudi ario seto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari asta cita presiden prabowo subianto, khususnya dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
menurut suyudi, perang melawan narkoba tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan.
ia menekankan bahwa pengguna narkoba seharusnya dipandang sebagai korban yang perlu diselamatkan melalui rehabilitasi.
“narkoba bukan sekadar kriminalitas, tapi isu kemanusiaan. pengguna harus disembuhkan, bukan hanya dipenjara,” tegasnya dalam salah satu kesempatan jumpa pers.
penggerebekan di deli serdang ini menjadi bukti bahwa aparat terus bergerak aktif memberantas narkoba, sekaligus membuka jalan bagi pendekatan yang lebih manusiawi terhadap para pengguna, tanpa mengendurkan sikap tegas terhadap para bandar dan pengedar.