Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Unpad: Indonesia Tak Perlu Minder
Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Unpad: Indonesia Tak Perlu Minder, Ini Momentum Perkuat Sektor Kesehatan--
BACA JUGA:Kabar Duka Lula Lahfah, Weird Genius Batalkan Konser OPPO, Ini Pernyataan Resminya
“Belajar dari pengalaman saat Covid, terbukti Indonesia mulai mampu membangun infrastruktur kesehatan dengan basis kemandirian nasional dan perluasan jaringan internasional,” jelasnya.
Ia menilai Indonesia kini memiliki fondasi yang jauh lebih kuat, baik dari sisi fasilitas kesehatan, kapasitas tenaga medis, maupun kemampuan produksi alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri.
Lebih jauh, Rezasyah justru melihat keluarnya AS dari WHO sebagai momentum strategis bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Situasi ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama kesehatan di tingkat regional maupun global, tanpa terlalu bergantung pada satu negara besar.
“Indonesia perlu menjadikan keluarnya AS ini sebagai momentum untuk saling memperkuat kerja sama kesehatan di tingkat ASEAN, Gerakan Non-Blok (GNB), dan Kerja Sama Selatan-Selatan,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi antarnegara berkembang dapat menjadi alternatif kuat dalam menghadapi tantangan kesehatan global ke depan, termasuk ancaman pandemi baru.
Rezasyah juga menyinggung peran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dinamika global ini.
Ia menilai saat ini menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menunjukkan kemampuan melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
BACA JUGA:Mengerikan! Pohon Besar Tumbang di Bandung Barat, Timpa 3 Mobil dan Pemotor Akibat Cuaca Ekstrem
“Justru saat inilah Presiden Prabowo perlu membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi di banyak bidang. Hasil efisiensi tersebut sangat tepat jika ditujukan ke sektor kesehatan,” tegasnya.
Menurutnya, investasi di bidang kesehatan tidak hanya penting untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan nasional dalam menghadapi krisis global di masa depan.
Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (Health and Human Services/HHS) mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan seluruh proses penarikan diri dari WHO.
Langkah ini menuntaskan agenda lama Presiden Donald Trump yang kembali berkuasa untuk periode kedua.