Kapal dengan Penumpang 59 Orang Tenggelam di Halmahera Selatan, 1 Orang Meninggal dan 1 Masih Hilang
Longboat tenggelam di Halmahera Selatan, 59 penumpang dievakuasi, balita tewas, satu hilang, tim SAR lanjutkan pencarian di cuaca ekstrem./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone
BACAKORAN.CO - Peristiwa tenggelamnya sebuah longboat di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (23/1/2026), menyisakan duka mendalam sekaligus kelegaan karena mayoritas penumpang berhasil diselamatkan.
Kapal yang berangkat dari Desa Babang menuju Desa Pigaraja itu dihantam gelombang tinggi dan angin kencang hingga terbalik di depan perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah.
Kronologi Kejadian
Longboat berangkat sekitar pukul 14.00 WIT dengan membawa 59 penumpang.
Dalam perjalanan, cuaca buruk melanda kawasan tersebut.
Gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa dari manifest yang didata tim, terdapat 59 orang penumpang.
BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Tangerang Tenggelam, Warga Panik Mengungsi
“Dari manifest yang didata oleh tim, terdapat 59 orang penumpang yang berada di longboat dengan rincian 57 orang dievakuasi, satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian,” ujarnya.
Korban meninggal adalah seorang balita bernama Nurul Najwa (2), sementara satu penumpang lain, Dr. Wildan (50) asal Mandaong, masih dalam pencarian.
Proses Evakuasi dan Pencarian
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Tim rescue USS Halsel sudah diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR,” kata Iwan.
Pencarian dilakukan hingga pukul 21.00 WIT, namun korban hilang belum ditemukan.
“Pencarian dihentikan sementara karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan dan cuaca kurang bersahabat. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Sabtu besok pukul 06.00 WIT,” imbuhnya.