Heboh! Sekolah Elit di Banyuwangi Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Sekolah Elit di Banyuwangi Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Alasannya Bikin Geleng Kepala--Radar Banyuwangi - Jawa Pos
“Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswanya adalah anak-anak orang mampu, ya tidak apa-apa. Kepala SPPG tidak boleh memaksa,” ujar Nanik.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga citra program ini agar tidak menimbulkan kesan negatif.
BACA JUGA:Perayaan Sederhana Megawati ke-79, Hadiah Bunga Gibran Curi Perhatian!
BACA JUGA:Alih Fungsi Lahan Disorot Usai Longsor Cisarua! Dedi Mulyadi: Kawasan Ini Seharusnya Hutan
Jangan sampai ada anggapan bahwa sekolah yang menolak MBG dianggap tidak mendukung program pemerintah.
Menurut Nanik, hal tersebut tidak benar dan tidak seharusnya menjadi masalah.
Justru, ia mengingatkan agar semua pihak menghormati keputusan masing-masing sekolah, karena tujuan utama dari MBG adalah membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dengan demikian, sekolah yang menolak tidak berarti menghambat jalannya program, melainkan hanya menegaskan bahwa mereka tidak termasuk dalam kelompok sasaran utama.
BACA JUGA:Korupsi Kuota Haji Memanas: Dito Ariotedjo Diperiksa, KPK Siapkan Saksi Baru!
BACA JUGA:Bikin Penasaran, Mitsubishi Digadang-gadang akan Gandeng Pabrik iPhone untuk Luncurkan Mobil Listrik
Nanik juga menegaskan kembali bahwa Badan Gizi Nasional tidak memiliki kebijakan untuk memaksa sekolah menerima MBG.
Semua pihak yang terlibat, terutama Kepala SPPG, harus memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan dengan penuh keikhlasan, tanpa intimidasi, dan tanpa tekanan.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa MBG adalah program sukarela yang ditujukan untuk kebaikan bersama, dan keberhasilan program ini tidak diukur dari jumlah sekolah yang menerima.
Melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh anak-anak yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi.