bacakoran.co

Banjir Tak Kunjung Surut! Warga Periuk Damai Tangerang Terpaksa Bertahan di Pengungsian

Banjir di Perumahan Periuk Damai, Tangerang, hingga Minggu malam (25/01/2026) belum juga surut.--Youtube-@kompastv

BACAKORAN.CO - Banjir yang melanda Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, hingga Minggu malam (25/01/2026) masih belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Ratusan warga terpaksa bertahan di posko pengungsian akibat genangan air yang masih mengurung permukiman mereka.

Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan memicu kekhawatiran akan dampak lanjutan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Melansir dari video youtube @kompastv, ketinggian banjir di Periuk Damai bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai 3 meter di beberapa titik terparah.

BACA JUGA:Banjir Bandang Pemalang Telan 1 Korban Jiwa Terseres Arus, BPBD Evakuasi Warga

BACA JUGA:Banjir Belum Surut di Periuk Damai, 862 Warga Kota Tangerang Masih Mengungsi

Air yang menggenangi rumah warga berwarna keruh dan disertai lumpur, menyulitkan proses pembersihan serta mobilitas warga.

Sebagian warga memilih mengungsi ke posko darurat yang telah disediakan, namun tidak sedikit pula yang tetap bertahan di rumah mereka demi menjaga harta benda.

Sejumlah posko pengungsian didirikan di lokasi yang lebih aman untuk menampung warga terdampak banjir Tangerang.

Di posko tersebut, warga mendapatkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan layanan kesehatan dasar.

BACA JUGA:Terkini! Banjir Jakarta Belum Surut, Jalan Daan Mogot Masih Tergenang Parah, Kendaraan Macet Total

BACA JUGA:Prabowo Instruksikan Penyusunan Grand Design Penanganan Banjir Pulau Jawa sebagai Solusi Jangka Panjang

Meski demikian, kondisi pengungsian masih serba terbatas, mengingat jumlah warga terdampak cukup besar dan banjir yang berlangsung berhari-hari.

Petugas gabungan bersama relawan terus melakukan patroli di kawasan banjir Periuk Damai.

Banjir Tak Kunjung Surut! Warga Periuk Damai Tangerang Terpaksa Bertahan di Pengungsian

Puput

Puput


bacakoran.co -  yang melanda perumahan periuk damai, kecamatan periuk, kota tangerang, hingga minggu malam (25/01/2026) masih belum menunjukkan tanda-tanda surut.

ratusan warga terpaksa bertahan di posko pengungsian akibat  yang masih mengurung permukiman mereka.

kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan memicu kekhawatiran akan dampak lanjutan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

melansir dari video youtube @kompastv, ketinggian banjir di periuk damai bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai 3 meter di beberapa titik terparah.

air yang menggenangi rumah warga berwarna keruh dan disertai lumpur, menyulitkan proses pembersihan serta mobilitas warga.

sebagian warga memilih mengungsi ke posko darurat yang telah disediakan, namun tidak sedikit pula yang tetap bertahan di rumah mereka demi menjaga harta benda.

sejumlah posko pengungsian didirikan di lokasi yang lebih aman untuk menampung warga terdampak banjir tangerang.

di posko tersebut, warga mendapatkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan layanan kesehatan dasar.

meski demikian, kondisi pengungsian masih serba terbatas, mengingat jumlah warga terdampak cukup besar dan banjir yang berlangsung berhari-hari.

petugas gabungan bersama relawan terus melakukan patroli di kawasan banjir periuk damai.

mereka menyisir rumah-rumah yang masih terendam untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan.

evakuasi menggunakan perahu karet masih dilakukan, terutama bagi warga yang rumahnya berada di wilayah dengan genangan tinggi.

petugas juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap arus air dan potensi bahaya lain, seperti kabel listrik dan binatang berbisa.

banjir kali ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

sebelumnya, pada jumat lalu, ketinggian air di periuk damai sempat mencapai 4 meter dan merendam hampir seluruh kawasan perumahan.

banyak rumah mengalami kerusakan, perabotan hanyut, dan kendaraan terendam. warga berharap air segera surut agar mereka bisa kembali ke rumah dan memulai proses pembersihan.

hingga kini, penyebab utama banjir diduga akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus, ditambah buruknya sistem drainase dan meluapnya aliran sungai di sekitar kawasan tersebut.

pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah penanganan jangka panjang untuk mencegah banjir berulang, termasuk normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur.

sementara itu, warga periuk damai hanya bisa bersabar menunggu banjir surut.

solidaritas antarwarga dan bantuan dari relawan menjadi penguat di tengah situasi sulit ini.

banjir tangerang yang tak kunjung surut ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah rawan genangan saat musim hujan.

Tag
Share