Rahasia Tarawih yang Jarang Diketahui: Cara Menunaikan, Makna & Hikmah Mendalam Ala Ustadz Adi Hidayat
Tarawih bukan sekadar shalat malam di bulan Ramadhan ada rahasia besar, makna mendalam, dan hikmah luar biasa yang tersembunyi di baliknya.--Tiktok-@Sharilyanto
BACAKORAN.CO - Tarawih bukan sekadar shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.
Banyak orang menganggapnya hanya sebagai ibadah tambahan, namun sebenarnya ada rahasia besar dan hikmah luar biasa yang tersembunyi di baliknya.
Ustadz Adi Hidayat dari kanal Adi Hidayat Official membahas secara lengkap tentang Tarawih mulai dari dalil, cara menunaikannya dengan benar, makna mendalam setiap rakaat, hingga manfaat spiritual yang bisa mengubah hidup kita.
Rahasia Besar di Balik Shalat Tarawih
BACA JUGA:3 Bekal Penting Menyambut Ramadhan ala Ustadz Abdul Somad, Siapakah Sudah Siap?
Melansir dari video youtube @AdiHidayatOfficial, Menurut Ustadz Adi Hidayat, Tarawih memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar ibadah malam.
Kata "Tarawih" berasal dari bahasa Arab yang berarti "beristirahat", yang mengacu pada jeda singkat yang dilakukan antara rakaat-rakaat shalat.
Namun di balik kata tersebut, tersimpan rahasia tentang kedekatan dengan Allah SWT dan kesempatan untuk mendapatkan keberkahan yang melimpah di bulan Ramadhan.
Tarawih adalah ibadah yang diperintahkan secara sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dengan dalil yang kuat dari hadis Rasulullah SAW.
BACA JUGA:Siap Menyambut Ramadhan? Ini Do’a Awal yang Harus Kamu Pelajari Ala Ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Siap Hadapi Ramadhan? Ini Amalan Utama yang Wajib Dipelajari Ala Ustadz Khalid Basalamah
Di bulan Ramadhan, pintu surga dibuka lebar dan pintu neraka ditutup menjadikan Tarawih sebagai momen emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memohon ampunan, dan mengumpulkan pahala yang besar.
Cara Menunaikan Tarawih dengan Benar
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa tata cara menunaikan Tarawih tidak jauh berbeda dengan shalat wajib, namun ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Jumlah Rakaat: Secara sunnah, Tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan jeda istirahat di antaranya, diakhiri dengan shalat Witir sebanyak 3 rakaat.