Penampakan Hunian Sementara Penyintas Banjir di Aceh Tamiang, Warga: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Penampakan hunian sementara (huntara) yang mulai dihuni penyintas banjir di Aceh Tamiang menghadirkan harapan baru bagi warga terdampak bencana.--Youtube-@kompastv
BACA JUGA:Tutup 2025 di Tenda Pengungsi, Prabowo Awali Tahun 2026 dengan Cek Huntara di Aceh Tamiang
Mereka merasa lebih aman, bersih, dan memiliki ruang pribadi yang layak.
Hal-hal sederhana seperti kesejukan rumah yang lebih baik dibanding tenda darurat, serta akses fasilitas umum yang lebih mudah menjadi penopang kuat bagi pemulihan suasana hidup mereka.
Bagi banyak penyintas, hunian sementara bukan hanya soal atap di atas kepala, tetapi juga tentang rasa aman dan rasa kembali terhormat setelah mengalami kehilangan besar akibat bencana.
Anak-anak kini bisa tidur lebih nyenyak, ibu-ibu dapat memasak dengan lebih layak, sementara para pria merasa lebih tenang mengetahui keluarga mereka berada di lingkungan yang lebih layak.
BACA JUGA:PNM Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Warga Pascabencana
BACA JUGA:Listrik di 4 Kabupaten Aceh Belum Pulih Total, Ini Penjelasan Menteri ESDM Bahlil
Dampak Huntara terhadap Pemulihan Psikologis
Hunian sementara ternyata juga membawa dampak positif terhadap kesehatan mental penyintas bencana.
Rasa cemas dan trauma yang muncul setelah kehilangan rumah seringkali diperparah oleh kondisi hidup yang tidak layak.
Dengan adanya huntara, warga merasa memiliki ruang pribadi dan stabilitas emosional yang lebih baik.
BACA JUGA:Baru Nyala 60 Persen, Bahlil Lahadalia Minta Maaf Soal Listrik Aceh yang Belum Pulih Total
Psikolog sosial yang bekerja bersama tim relawan menilai bahwa lingkungan hunian yang rapi, bersih, dan tertata dengan baik mampu mempercepat proses adaptasi dan pemulihan psikologis para penyintas.
Mereka mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan hunian.