bacakoran.co

Bea Cukai Perkuat Asistensi Ekspor Nasional, Dorong Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global

Bea Cukai Perkuat Asistensi Ekspor Nasional, Dorong Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global--

BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Sebut Menkeu Purbaya akan 'di-Noelkan', Begini Responnya!

Pendekatan kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pengawasan dan pelayanan dapat berjalan beriringan demi kepentingan nasional.

Tak hanya di sektor pertambangan, Bea Cukai juga aktif mendorong ekspor non-tambang, khususnya dari wilayah timur Indonesia.

Bea Cukai Ternate mengawali tahun 2026 dengan memperkuat asistensi ekspor sektor perikanan melalui kolaborasi dengan Badan Mutu Ternate.

Kegiatan asistensi tersebut dilaksanakan di Ternate pada Rabu (22/1/2026), melibatkan PT Kelola Mina Samudera dan Koperasi Santo Alvin. 

BACA JUGA:3 Hari Bawa Kabur Anak Perempuan Orang, Pria di Bayung Lencir Masuk Bui

Program ini merupakan bagian dari penguatan Sinergi Ekspor Maluku Utara (Semut) yang bertujuan mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

Asistensi difokuskan pada pemenuhan persyaratan teknis ekspor, standardisasi mutu produk perikanan, serta kesiapan dokumen kepabeanan dan karantina.

Kepala Bea Cukai Ternate, Jaka Riyadi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung eksportir daerah.

“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendorong ekspor non-tambang Maluku Utara melalui program Semut. Bea Cukai bersama Badan Mutu memastikan produk perikanan daerah memenuhi standar mutu dan regulasi agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Jaka.

BACA JUGA:DPR Tegaskan Posisi Konstitusional Polri di Bawah Presiden, Usulan Perubahan Struktur Ditolak

Selain asistensi teknis, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha.

Menurut Jaka, komunikasi dua arah sangat penting untuk memahami kendala nyata di lapangan dan memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai kebutuhan eksportir.

Melalui asistensi ekspor yang berkelanjutan di berbagai daerah, Bea Cukai berharap semakin banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, mampu menembus pasar internasional.

Upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekspor nasional, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Bea Cukai Perkuat Asistensi Ekspor Nasional, Dorong Daya Saing Produk Indonesia ke Pasar Global

Melly

Melly


bacakoran.co - bea cukai terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional.

melalui pendekatan asistensi dan sinergi aktif dengan pelaku usaha di berbagai daerah, bea cukai tidak hanya berfokus pada pengawasan kepabeanan, tetapi juga memastikan proses ekspor berjalan lancar, tertib, dan memiliki kepastian layanan.

langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat kontribusi ekspor terhadap perekonomian nasional.

salah satu bentuk konkret dukungan tersebut terlihat dalam kehadiran bea cukai tanjung perak pada rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan ekspor produk smelter yang diselenggarakan oleh pt amman mineral nusa tenggara (amnt) di surabaya, rabu (14/1/2026).

forum ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan ekspor produk smelter emas dan tembaga, termasuk membahas berbagai tantangan operasional yang dihadapi di lapangan, mulai dari logistik hingga mekanisme pengawasan ekspor.

rapat dibuka oleh senior manager port & logistic–warehouse advisor pt amnt, dody riandi, yang memaparkan perkembangan kegiatan ekspor serta sejumlah kendala teknis yang perlu mendapatkan solusi bersama.

kepala kantor wilayah bea cukai bali, ntb, dan ntt, r. fajar donny tjahjadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada pt amnt sebagai eksportir besar di sektor pertambangan dan kontributor penting penerimaan negara melalui bea keluar.

menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar kegiatan ekspor industri strategis dapat berjalan tertib, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.

forum ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan bea cukai lainnya, seperti kepala kanwil bea cukai jawa timur i untung basuki, pejabat direktorat teknis kepabeanan kantor pusat bea cukai, serta para kepala kantor bea cukai terkait.

melalui sinergi ini, bea cukai memastikan bahwa proses ekspor industri pertambangan tidak hanya patuh aturan, tetapi juga efisien dan terkoordinasi dengan baik.

bagi pelaku usaha, asistensi bea cukai memberikan kepastian proses dan kelancaran logistik ekspor.

sementara bagi masyarakat luas, ekspor yang berjalan optimal berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara, stabilitas ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja.

pendekatan kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pengawasan dan pelayanan dapat berjalan beriringan demi kepentingan nasional.

tak hanya di sektor pertambangan, bea cukai juga aktif mendorong ekspor non-tambang, khususnya dari wilayah timur indonesia.

bea cukai ternate mengawali tahun 2026 dengan memperkuat asistensi ekspor sektor perikanan melalui kolaborasi dengan badan mutu ternate.

kegiatan asistensi tersebut dilaksanakan di ternate pada rabu (22/1/2026), melibatkan pt kelola mina samudera dan koperasi santo alvin. 

program ini merupakan bagian dari penguatan sinergi ekspor maluku utara (semut) yang bertujuan mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

asistensi difokuskan pada pemenuhan persyaratan teknis ekspor, standardisasi mutu produk perikanan, serta kesiapan dokumen kepabeanan dan karantina.

kepala bea cukai ternate, jaka riyadi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung eksportir daerah.

“kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendorong ekspor non-tambang maluku utara melalui program semut. bea cukai bersama badan mutu memastikan produk perikanan daerah memenuhi standar mutu dan regulasi agar mampu bersaing di pasar global,” ujar jaka.

selain asistensi teknis, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha.

menurut jaka, komunikasi dua arah sangat penting untuk memahami kendala nyata di lapangan dan memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai kebutuhan eksportir.

melalui asistensi ekspor yang berkelanjutan di berbagai daerah, bea cukai berharap semakin banyak pelaku usaha, termasuk umkm, mampu menembus pasar internasional.

upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekspor nasional, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat indonesia.

Tag
Share