bacakoran.co

Guru SD Pamulang Dipolisikan Usai Menegur Murid, Lebih dari 16 Ribu Warganet Teken Petisi Dukungan

Kasus guru SD di Pamulang, Tangerang Selatan, yang dipolisikan usai menegur murid memicu reaksi luas publik.--Youtube-@kompastv

BACAKORAN.CO - Kasus pelaporan seorang guru sekolah dasar (SD) di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, ke pihak kepolisian menyita perhatian publik luas.

Guru bernama Christiana Budiyati dilaporkan atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya.

Namun alih-alih menuai kecaman, peristiwa ini justru memantik gelombang dukungan dari masyarakat, khususnya warganet.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui sebuah petisi di Change.org yang hingga Selasa (27/1/2026) siang telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang.

BACA JUGA:Kronologi Guru SD Kristen Mater Dei Dipolisikan, 19 Ribu Dukungan Petisi Bela Bu Budi

BACA JUGA:Lecehkan Mahisiswi KKN, Kepala Dusun dan Pengurus Karang Taruna Desa Srikembang 1 Akhirnya Ditahan

Petisi itu berisi dukungan moral kepada sang guru dan seruan agar kasus ini ditangani secara adil serta proporsional.

Melansir dari video youtube @kompastv, Peristiwa yang menjadi pangkal persoalan ini terjadi pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah berlangsung.

Kala itu, seorang murid dilaporkan terjatuh ketika meminta digendong oleh temannya.

Murid tersebut tidak segera mendapat pertolongan dari teman-temannya hingga akhirnya dibantu oleh orang tua yang berada di lokasi kegiatan.

BACA JUGA:Guru di Jambi Jadi Tersangka Usai Cukur Rambut Siswa, Kini Dapat Dukungan Komisi III DPR dan Jaksa Agung

BACA JUGA:Guru SDN di Serpong Ditangkap! Belasan Murid Jadi Korban Pelecehan Seksual

Sebagai wali kelas, Christiana Budiyati merasa perlu memberikan teguran dan nasihat kepada seluruh murid agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sesama.

Teguran itu disampaikan di depan kelas dengan maksud pembinaan.

Guru SD Pamulang Dipolisikan Usai Menegur Murid, Lebih dari 16 Ribu Warganet Teken Petisi Dukungan

Puput

Puput


bacakoran.co -  seorang guru sekolah dasar (sd) di pamulang, kota tangerang selatan, ke pihak kepolisian menyita perhatian publik luas.

 bernama christiana budiyati dilaporkan atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya.

namun alih-alih menuai kecaman,  ini justru memantik gelombang dukungan dari masyarakat, khususnya warganet.

dukungan tersebut diwujudkan melalui sebuah petisi di change.org yang hingga selasa (27/1/2026) siang telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang.

petisi itu berisi dukungan moral kepada sang guru dan seruan agar kasus ini ditangani secara adil serta proporsional.

melansir dari video youtube @kompastv, peristiwa yang menjadi pangkal persoalan ini terjadi pada agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah berlangsung.

kala itu, seorang murid dilaporkan terjatuh ketika meminta digendong oleh temannya.

murid tersebut tidak segera mendapat pertolongan dari teman-temannya hingga akhirnya dibantu oleh orang tua yang berada di lokasi kegiatan.

sebagai wali kelas, christiana budiyati merasa perlu memberikan teguran dan nasihat kepada seluruh murid agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sesama.

teguran itu disampaikan di depan kelas dengan maksud pembinaan.

namun, salah satu murid merasa tidak nyaman karena menganggap dirinya dimarahi di hadapan teman-temannya.

meski pihak sekolah telah berupaya melakukan mediasi antara guru dan orang tua murid, upaya tersebut dinilai belum memuaskan.

orang tua murid kemudian melaporkan sang guru ke polres tangerang selatan dengan dugaan melakukan kekerasan verbal terhadap anak.

menanggapi laporan tersebut, ipda yudhi susanto, kasi humas polres tangerang selatan, membenarkan adanya laporan tersebut.

“laporan kami terima pada desember 2025 dan saat ini polres tangerang selatan sedang mendalami peristiwa ini,” ujarnya.

kasus ini pun memicu perdebatan luas di ruang publik.

banyak warganet menilai bahwa tindakan sang guru merupakan bagian dari upaya mendidik dan menanamkan nilai empati kepada murid, bukan bentuk kekerasan.

mereka khawatir kriminalisasi terhadap guru dapat menciptakan ketakutan dalam dunia pendidikan dan menghambat peran pendidik dalam membina karakter siswa.

petisi dukungan yang viral di media sosial mencerminkan keresahan masyarakat terhadap posisi guru yang dinilai semakin rentan terhadap pelaporan hukum.

para pendukung berharap aparat penegak hukum dapat melihat konteks kejadian secara utuh dan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif.

hingga kini, proses hukum masih berjalan dan pihak kepolisian terus melakukan pendalaman.

sementara itu, kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta perlunya perlindungan hukum yang seimbang bagi tenaga pendidik dalam menjalankan tugas mulianya.

Tag
Share