bacakoran.co

Menteri PPPA Berikan Jempol Persiapan Haji, Ini Gegaranya

Petugas haji perempuan saat menjalani pembekalan -Kemenhaj-

BACAKORAN.CO - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji Indonesia. Ini setelah dia melihat penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mencatat langkah maju dalam pelayanan jamaah. 

Ini menyusul bertambahnya jumlah petugas haji perempuan. Peningkatan ini diapresiasi karena sinyal akan hadirnya layanan yang lebih ramah, empatik, dan sesuai kebutuhan jamaah.

"Terutama perempuan dan lansia yang kini mendominasi keberangkatan haji Indonesia," jelas Arifatul sebagaimana dilansir di situs Kemenhaj.

“Alhamdulillah, tahun ini komposisi petugas perempuan sudah mencapai 33 persen, tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Dorong Fatwa MUI soal Status Pendaftaran Haji dan Larangan Haji Ilegal

Data menunjukkan, 55,4 persen jamaah haji Indonesia adalah perempuan, dan sebagian besar dari mereka berusia lanjut. 

Kondisi ini, kata Arifatul, menuntut pendekatan pelayanan yang lebih sensitif dan penuh empati.

Pengalamannya saat menjadi Amirul Hajj 2025 menjadi pelajaran berharga. 


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji Indonesia-Kemenhaj-

Saat itu, keterbatasan jumlah petugas perempuan membuat sejumlah kebutuhan jemaah perempuan tidak tertangani secara optimal.

“Banyak persoalan yang memang lebih tepat ditangani petugas perempuan, seperti fikih perempuan, pendampingan di kamar, sampai situasi darurat yang menyangkut privasi jemaah,” jelasnya.

BACA JUGA:Dianggap Kurang Manusiawi, KY Buka Peluang Pengusutan Hakim PN Palembang dalam Perkara Haji Halim

Ia juga menyoroti kondisi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra. Pada musim haji sebelumnya, ditemukan kamar yang seluruh penghuninya lansia. 

Saat salah satu sakit atau kesulitan ke kamar mandi, tidak ada yang cukup kuat membantu.

Menteri PPPA Berikan Jempol Persiapan Haji, Ini Gegaranya

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (pppa), arifatul choiri fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji indonesia. ini setelah dia melihat penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mencatat langkah maju dalam pelayanan jamaah. 

ini menyusul bertambahnya jumlah petugas haji perempuan. peningkatan ini diapresiasi karena sinyal akan hadirnya layanan yang lebih ramah, empatik, dan sesuai kebutuhan jamaah.

"terutama perempuan dan lansia yang kini mendominasi keberangkatan haji indonesia," jelas arifatul sebagaimana dilansir di situs kemenhaj.

“alhamdulillah, tahun ini komposisi petugas perempuan sudah mencapai 33 persen, tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji indonesia,” ucapnya.

data menunjukkan, 55,4 persen jamaah haji indonesia adalah perempuan, dan sebagian besar dari mereka berusia lanjut. 

kondisi ini, kata arifatul, menuntut pendekatan pelayanan yang lebih sensitif dan penuh empati.

pengalamannya saat menjadi amirul hajj 2025 menjadi pelajaran berharga. 


menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (pppa), arifatul choiri fauzi memberikan apresiasi atas persiapan pelaksanaan haji indonesia-kemenhaj-

saat itu, keterbatasan jumlah petugas perempuan membuat sejumlah kebutuhan jemaah perempuan tidak tertangani secara optimal.

“banyak persoalan yang memang lebih tepat ditangani petugas perempuan, seperti fikih perempuan, pendampingan di kamar, sampai situasi darurat yang menyangkut privasi jemaah,” jelasnya.

ia juga menyoroti kondisi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra. pada musim haji sebelumnya, ditemukan kamar yang seluruh penghuninya lansia. 

saat salah satu sakit atau kesulitan ke kamar mandi, tidak ada yang cukup kuat membantu.

“ke depan, kami mengusulkan komposisi kamar yang lebih seimbang, ada jamaah yang lebih muda agar bisa saling membantu. ini terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi kenyamanan dan martabat jemaah lansia,” tuturnya.

bagi arifatul, konsep haji ramah perempuan dan lansia adalah cerminan bangsa yang beradab. 

negara, menurutnya, harus hadir sepenuhnya dalam memastikan warganya dapat beribadah dengan aman dan bermartabat di tengah tantangan cuaca ekstrem dan lingkungan berbeda di tanah suci.

terkait pedoman khusus layanan perempuan, kementerian pppa masih membahasnya bersama pemangku kepentingan lain untuk dimasukkan dalam penyempurnaan regulasi haji mendatang.

“yang paling penting, pelayanan itu berangkat dari hati. empati harus menjadi dasar, karena jamaah yang kita layani adalah tamu allah sekaligus warga negara yang harus kita jaga martabat dan keselamatannya,” ucap arifatul.

sementara itu, direktur bina petugas haji reguler, chandra sulistio reksoprodjo, menyebut total petugas haji perempuan tahun ini, baik petugas kloter maupun non-kloter, mencapai sekitar 755 orang.

“angka ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan pelayanan haji yang lebih inklusif, manusiawi, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah," tandas chandra.

Tag
Share