Vonis MSCI Bikin Dana Asing Berbondong ke Malaysia, RI Gigit Jari!
Vonis MSCI Bikin Dana Asing Berbondong ke Malaysia, RI Gigit Jari--Mureks
BACAKORAN.CO - Pasar saham Malaysia dipandang memiliki peluang besar untuk mencatatkan arus masuk dana asing bersih pada tahun 2026.
Optimisme ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran MSCI Inc terhadap aspek investabilitas saham-saham di Indonesia.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor global untuk mengalihkan dana mereka ke bursa lain di kawasan Asia Tenggara, dengan Malaysia menjadi salah satu tujuan utama.
Sejumlah manajer investasi dan analis menilai bahwa tekanan arus keluar dari pasar saham Indonesia dapat memberikan efek limpahan positif bagi pasar modal Malaysia.
BACA JUGA:Normalisasi Kali Cakung Dikebut, Pramono Anung Turunkan Alat Berat, Target Selesai 2027
BACA JUGA:Guncangan IHSG Berujung Dirut BEI Mundur, Menkeu Nilai Pasar Justru Dapat Angin Segar
Sentimen ini semakin kuat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami kejatuhan signifikan sebesar 7,4% dalam satu hari, yang merupakan penurunan harian terdalam dalam lebih dari sembilan bulan.
Penurunan tersebut terjadi setelah MSCI menyoroti masalah mendasar terkait free float, yakni jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
Kekhawatiran MSCI terhadap struktur kepemilikan saham di Indonesia, yang dinilai terlalu terkonsentrasi, membuat penyedia indeks global tersebut menangguhkan sejumlah perubahan indeks.
Termasuk di dalamnya rencana penambahan saham baru, hingga regulator terkait mampu menyelesaikan isu transparansi tersebut.
BACA JUGA:Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti
Jika masalah ini tidak segera ditangani, Indonesia berisiko mengalami pengurangan bobot dalam MSCI Emerging Markets Index, atau bahkan diturunkan statusnya menjadi pasar frontier.
Hal ini tentu akan memicu aksi jual besar-besaran dari dana investasi berbasis indeks, yang selama ini menjadikan MSCI sebagai acuan utama.