Gempa Pacitan M 6,4: BMKG Ungkap Penyebab Subduksi Lempeng dan Fakta Megathrust
Gempa Pacitan M 6,4: BMKG Ungkap Penyebab Subduksi Lempeng dan Fakta Megathrust--Kompas.com
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," sambungnya.
Jenis pergerakan ini menunjukkan adanya dorongan vertikal akibat tekanan antar lempeng.
BACA JUGA:Kasus PT Dana Syariah Indonesia: Penipuan Rp 2,47 Triliun, Tiga Petinggi Jadi Tersangka
BACA JUGA:Heboh! Oven Pengering Ompreng MBG Meledak, Sejumlah SPPG di Banyumas Alami Luka
Daryono kemudian menambahkan bahwa gempa Pacitan ternyata termasuk kategori megathrust.
Hal ini tergambar dari mekanisme sumber gempa berupa pergerakan naik dengan kedalaman dangkal.
"Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," tuturnya.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa gempa yang diakibatkan aktivitas subduksi lempeng kali ini tidak berpotensi tsunami.
BACA JUGA:Kemenhut Cabut Izin Pengelolaan Bandung Zoo, Pemerintah Tegaskan Fokus Perlindungan Satwa
BACA JUGA:Heboh Anak SD Bunuh Diri di NTT, Presiden Prabowo Subianto Respon Kasus ini!
"Gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami," ujar Daryono.
Dengan kata lain, meski gempa cukup kuat dan berasal dari zona megathrust, kekuatannya tidak sampai menimbulkan ancaman gelombang tsunami yang bisa membahayakan wilayah pesisir.
Tak hanya di Pacitan, gempa juga dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas berbeda.
Guncangan dengan skala IV MMI dirasakan di daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan.
BACA JUGA:Makin Panas, Dilarang Ketemu Anak Inara Rusli Siap Laporkan Virgoun ke Polisi!