bacakoran.co

Ratusan Rumah dan Bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah di Tegal Ambruk Gegara Tanah Gerak, 1000 Orang Terdampak

Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, rusak 464 bangunan termasuk ponpes. 2.425 jiwa mengungsi, operasi darurat fokus keselamatan warga./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

BACAKORAN.CO – Fenomena tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih terus berlangsung dan menimbulkan dampak yang semakin meluas. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melaporkan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka, sementara ratusan bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah pondok pesantren.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdl Muhari, dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/2/2026), menyampaikan bahwa jumlah pengungsi terus bertambah. 

Hingga Kamis, tercatat 1.696 orang telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Sebanyak 1.686 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah permukiman mereka dilanda fenomena pergerakan tanah.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2), pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA:Tragedi Dini Hari di Situbondo: Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, 1 santriwati Tewas dan 11 Luka-Luka

BACA JUGA:Setelah Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny, Ratusan Santri Mulai Kembali Mondok!

Muhari menambahkan, laporan terbaru menunjukkan 295 keluarga terdampak langsung oleh bencana tersebut. 

BNPB menilai potensi bertambahnya jumlah korban masih tinggi karena pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti.

Pondok Pesantren Ambruk, Ratusan Bangunan Rusak

Selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga merobohkan bangunan Pondok Pesantren Al Adalah yang berada di Desa Padasari. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah kawasan diguyur hujan deras.

"Ada bangunan sebanyak 464 unit bangunan yang terdampak. Termasuk bangunan di lingkungan Ponpes Al Adalah terdampak rusak karena tanah gerak," kata Bergas, Jumat (6/2).

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa robohnya ponpes tersebut. 

Ratusan Rumah dan Bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah di Tegal Ambruk Gegara Tanah Gerak, 1000 Orang Terdampak

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – fenomena tanah bergerak yang melanda desa padasari, kecamatan jatinegara, kabupaten tegal, masih terus berlangsung dan menimbulkan dampak yang semakin meluas. 

badan nasional penanggulangan bencana (bnpb) serta badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) jawa tengah melaporkan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka, sementara ratusan bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah pondok pesantren.

kepala pusat data, informasi, dan komunikasi kebencanaan bnpb, abdl muhari, dalam keterangan tertulis pada jumat (6/2/2026), menyampaikan bahwa jumlah pengungsi terus bertambah. 

hingga kamis, tercatat 1.696 orang telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“sebanyak 1.686 warga desa padasari, kecamatan jatinegara, kabupaten tegal, jawa tengah, mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah permukiman mereka dilanda fenomena pergerakan tanah.

peristiwa ini terjadi pada senin (2/2), pukul 19.00 wib,” ujarnya.

muhari menambahkan, laporan terbaru menunjukkan 295 keluarga terdampak langsung oleh bencana tersebut. 

bnpb menilai potensi bertambahnya jumlah korban masih tinggi karena pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti.

pondok pesantren ambruk, ratusan bangunan rusak

selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga merobohkan bangunan pondok pesantren al adalah yang berada di desa padasari. 

kepala pelaksana harian bpbd jawa tengah, bergas c penanggungan, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah kawasan diguyur hujan deras.

"ada bangunan sebanyak 464 unit bangunan yang terdampak. termasuk bangunan di lingkungan ponpes al adalah terdampak rusak karena tanah gerak," kata bergas, jumat (6/2).

beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa robohnya ponpes tersebut. 

seluruh santri yang berjumlah sekitar 500 orang telah dievakuasi ke tempat aman. 

“alhamdulillah tidak ada korban. di situ ada 500 santri,” jelas bergas.

rincian kerusakan dan dampak

bpbd jawa tengah mencatat total 464 bangunan terdampak, dengan rincian:

  • 6 sekolah
  • 7 tempat ibadah
  • 21 bangunan fasilitas sosial
  • 1 unit bangunan umum
  • 3 akses jalan
  • 1 bendungan

dari jumlah tersebut, 205 unit mengalami kerusakan berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan.

secara keseluruhan, bencana ini memaksa 590 kepala keluarga atau 2.425 jiwa mengungsi. 

selain rumah yang rusak, warga juga khawatir akan adanya pergerakan tanah susulan.

menurut bergas, operasi tanggap darurat saat ini difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta penguatan logistik. 

penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur masih menunggu rekomendasi teknis dari badan geologi.

“operasi tanggap darurat fokus pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan penguatan logistik. penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur menunggu rekomendasi teknis badan geologi,” tegasnya.

ancaman masih ada

fenomena tanah bergerak di padasari bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga ancaman psikologis bagi warga. 

banyak di antara mereka yang masih trauma dan enggan kembali ke rumah, meski sebagian bangunan belum rusak parah. 

bnpb dan bpbd mengingatkan bahwa kondisi tanah di kawasan tersebut masih labil, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah dan kerusakan infrastruktur yang cukup besar, bencana tanah bergerak di desa padasari menjadi salah satu peristiwa kebencanaan yang menyita perhatian publik di awal tahun 2026. 

pemerintah daerah bersama bnpb dan bpbd kini bekerja keras memastikan keselamatan warga sekaligus menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang.

Tag
Share