Ratusan Rumah dan Bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah di Tegal Ambruk Gegara Tanah Gerak, 1000 Orang Terdampak
Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, rusak 464 bangunan termasuk ponpes. 2.425 jiwa mengungsi, operasi darurat fokus keselamatan warga./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo
Seluruh santri yang berjumlah sekitar 500 orang telah dievakuasi ke tempat aman.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Di situ ada 500 santri,” jelas Bergas.
Rincian Kerusakan dan Dampak
BACA JUGA:Transmart Buahbatu Bandung Disegel Massa, Protes Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ponpes
BPBD Jawa Tengah mencatat total 464 bangunan terdampak, dengan rincian:
- 6 sekolah
- 7 tempat ibadah
- 21 bangunan fasilitas sosial
- 1 unit bangunan umum
- 3 akses jalan
- 1 bendungan
Dari jumlah tersebut, 205 unit mengalami kerusakan berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan.
Secara keseluruhan, bencana ini memaksa 590 kepala keluarga atau 2.425 jiwa mengungsi.
Selain rumah yang rusak, warga juga khawatir akan adanya pergerakan tanah susulan.
Menurut Bergas, operasi tanggap darurat saat ini difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta penguatan logistik.
BACA JUGA:Bila Terbukti Ada Pelanggaran Berat, Izin Ponpes Al Khoziny akan Dicabut, DPR RI: Harus Dievaluasi!
Penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur masih menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi.
“Operasi tanggap darurat fokus pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan penguatan logistik. Penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur menunggu rekomendasi teknis Badan Geologi,” tegasnya.
Ancaman Masih Ada
Fenomena tanah bergerak di Padasari bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga ancaman psikologis bagi warga.
Banyak di antara mereka yang masih trauma dan enggan kembali ke rumah, meski sebagian bangunan belum rusak parah.