Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Peran NU sebagai Pilar Bangsa
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).--YouTube Sekretariat Presiden
BACAKORAN.CO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar kebesaran bangsa Indonesia saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Kehadiran Presiden disambut antusias oleh ribuan jemaah Nahdliyyin yang memadati area stadion sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengawali pidato dengan menyampaikan pengakuan atas semangat besar yang ia rasakan saat berada di tengah masyarakat Jawa Timur, khususnya warga NU.
Ia mengaku suasana tersebut membuatnya ikut larut dalam semangat kebersamaan yang kuat.
BACA JUGA:20 Siswi SD di Percut Seituan Deliserdang Diduga Jadi Korban Pelecehan Kakek Pedagang Mainan
“Maaf agak terlalu semangat saya. Kalau di depan rakyat Jawa Timur, apalagi rakyat NU, harus semangat,” ujar Prabowo.
Pidato Presiden berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh antusiasme.
Prabowo kemudian menyampaikan tujuan utama kehadirannya dalam peringatan satu abad NU, yakni menyampaikan apresiasi atas kontribusi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut terhadap bangsa dan negara.
“Saudara-saudara sekalian, saya hadir di sini, saya ingin menyampaikan intinya adalah terima kasih Nahdlatul Ulama, para kiai, para ulama, seluruh Nahdliyyin semuanya atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Indonesia,” katanya.
BACA JUGA:Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala, Kemenhut Panggil PT RAPP untuk Klarifikasi!
BACA JUGA:Janji Prabowo di 1 Abad NU: Lawan Korupsi, Lindungi Rakyat, dan Bongkar Kekayaan Bangsa yang Dicuri
Menurut Prabowo, peran NU tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional dan stabilitas sosial di berbagai fase sejarah Indonesia.
Ia menilai NU telah menunjukkan konsistensi pengabdian yang berkelanjutan sejak organisasi ini berdiri hingga memasuki usia satu abad, serta terus relevan dalam menjawab tantangan zaman.