Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Peran NU sebagai Pilar Bangsa
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).--YouTube Sekretariat Presiden
Dalam pidatonya, Presiden secara tegas menyebut NU sebagai salah satu pilar utama kebesaran bangsa Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan dengan merujuk pada perjalanan panjang NU selama satu abad dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.
BACA JUGA:Ringsek! Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Tol Ngawi (Km 576) 3 Orang Terluka, Ini Kronologinya
“100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.
Presiden kemudian mengaitkan peran NU dengan momentum penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa meskipun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan di Jakarta, ujian sesungguhnya terhadap kemerdekaan tersebut terjadi di Jawa Timur, khususnya dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya.
“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya, diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Dan dalam pertempuran itu kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia,” jelasnya.
BACA JUGA:Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Indonesia, Tak Lagi Sekadar Bangun TPA, Ini Penjelasan Mensesneg
BACA JUGA:Skandal Epstein Menyeret Mantan Dubes Inggris: Peter Mandelson Diselidiki Polisi London
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari peran para kiai, ulama, dan masyarakat Jawa Timur yang bergerak bersama dalam semangat perjuangan.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut masih relevan dan harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa NU selama ini telah memberikan teladan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Nilai tersebut, menurut Prabowo, merupakan pelajaran penting dari sejarah yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Siapkan 4 Mekanisme Penyalurannya