bacakoran.co

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Penjaringan Jakarta Utara, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kampung Gusti, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin petang.--Youtube-@Liputan6

BACA JUGA:Dianggap Lalaikan SOP, Owner Terra Drone Indonesia Resmi Jadi Tersangka dalam Kebakaran Maut!

Pemeriksaan rutin terhadap kabel dan peralatan listrik dinilai sangat penting, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang rawan terjadi kebakaran besar.

Kebakaran di Penjaringan ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di wilayah padat penduduk Jakarta Utara.

Selain faktor instalasi listrik yang tidak standar, kepadatan bangunan dan akses jalan sempit kerap menjadi kendala utama dalam proses evakuasi dan pemadaman api.

Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam penataan permukiman maupun edukasi pencegahan kebakaran, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

BACA JUGA:Kebakaran Hebat Terra Drone Tewaskan 22 Korban, Owner Terancam Penjara Seumur Hidup!

BACA JUGA:22 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, Proses Identifikasi Masih Berjalan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Penjaringan Jakarta Utara, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Puput

Puput


bacakoran.co -  hebat melanda permukiman padat penduduk di jalan kampung gusti, kecamatan penjaringan, jakarta utara, pada senin petang.

api yang diduga berasal dari  di salah satu kamar kontrakan dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain, membuat kepanikan melanda warga sekitar.

asap hitam pekat membumbung tinggi dan kobaran  terlihat jelas dari kejauhan.

melansir dari video youtube @liputan6, menurut keterangan warga setempat api pertama kali muncul dari salah satu kamar kontrakan yang berada di tengah permukiman.

percikan api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik, lalu menyambar material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar.

dalam hitungan menit, api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya karena jarak bangunan yang saling berhimpitan.

“kami langsung panik, api cepat sekali membesar.

warga berusaha menyelamatkan barang seadanya dan keluar rumah,” ujar salah satu warga yang menjadi saksi mata kejadian.

teriakan minta tolong dan suara tangis terdengar di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.

petugas pemadam kebakaran jakarta utara yang menerima laporan segera mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam ke lokasi.

namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah.

akses jalan yang sempit dan padat bangunan membuat mobil pemadam sulit menjangkau titik api.

selang pemadam harus ditarik cukup jauh ke dalam gang permukiman.

meski menghadapi kendala, petugas pemadam kebakaran tetap berupaya maksimal.

setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dijinakkan dan tidak merembet lebih luas.

pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

akibat peristiwa kebakaran ini, sedikitnya lima rumah warga dan satu bangunan rumah kontrakan yang berisi puluhan kamar hangus terbakar.

sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara karena rumah mereka tidak dapat ditempati.

beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

pihak berwenang mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.

pemeriksaan rutin terhadap kabel dan peralatan listrik dinilai sangat penting, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang rawan terjadi kebakaran besar.

kebakaran di penjaringan ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di wilayah padat penduduk jakarta utara.

selain faktor instalasi listrik yang tidak standar, kepadatan bangunan dan akses jalan sempit kerap menjadi kendala utama dalam proses evakuasi dan pemadaman api.

warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam penataan permukiman maupun edukasi pencegahan kebakaran, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Tag
Share