bacakoran.co

Pilu! Pelajar Yatim Piatu di Paluta yang Sakit Tumor Otak Kini Meninggal Dunia Usai Ditolak 2 Rumah Sakit

Kisah pilu Arjuman, siswa Paluta yang viral. Anak yatim tegar ini berpulang usai melawan tumor otak, meninggalkan duka mendalam./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

Pilu! Pelajar Yatim Piatu di Paluta yang Sakit Tumor Otak Kini Meninggal Dunia Usai Ditolak 2 Rumah Sakit

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di sumatera utara. seorang kelas 12 sman 1 halongonan, kabupaten padang lawas utara (paluta), bernama arjuman, menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan tumor otak. 

kisah hidupnya yang penuh ketegaran kini di media sosial, meninggalkan jejak mendalam bagi teman-teman dan masyarakat luas.

sosok ceria yang menyimpan luka

arjuman dikenal sebagai anak yatim piatu yang tumbuh bersama kakak laki-lakinya. 

ayahnya meninggal saat ia berusia 5 tahun, sementara ibunya berpulang sebelum ia masuk sd. 

meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap ceria, jarang mengeluh, dan selalu berusaha menghibur orang di sekitarnya.

di sekolah, ia aktif, ramah, dan menjadi sosok yang menyenangkan. namun di balik senyumnya, ia menyimpan rasa sakit luar biasa. 

sejak kelas 2 sma, ia mulai sering mengeluh sakit kepala. 

teman-temannya bahkan pernah melihatnya mengikat kepala dengan dasi atau karet, yang ternyata adalah cara sederhana untuk menahan nyeri hebat.

perjuangan melawan penyakit

memasuki kelas 3, kondisi arjuman semakin memburuk. ia sering izin tidak masuk sekolah karena sakit. 

saat akhirnya dibawa ke rumah sakit, dokter menyarankan operasi. 

namun, dua rumah sakit pertama menolak melakukan tindakan. harapan sempat pupus, hingga akhirnya ia dirawat di rumah sakit ketiga.

di sana, arjuman sempat koma dan dirawat intensif di ruang icu. sayangnya, pada jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.00 wib, ia menghembuskan napas terakhir. 

kabar duka itu sampai ke sekolah sekitar pukul 15.45, tepat sebelum bel pulang berbunyi. 

teman-temannya yang berencana menjenguk esok harinya tak pernah menyangka bahwa kunjungan itu tak akan terjadi.

kenangan yang tak terlupakan

setelah kepergiannya, kakaknya menemukan tumpukan obat sakit kepala dan obat tetes telinga yang disembunyikan di bawah tempat tidur. 

ternyata, arjuman menahan sakit sendirian selama dua tahun, bahkan gendang telinganya sudah pecah. ia memilih diam agar tidak merepotkan siapa pun.

kini, yang tersisa hanyalah doa dan kenangan. 

tentang seorang anak yatim yang begitu kuat, seorang sahabat yang menahan perih dalam diam, dan seorang pelajar yang tetap tersenyum meski tubuhnya melemah. 

kepergian arjuman menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian terhadap kesehatan siswa, serta dukungan moral bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan.

Tag
Share