bacakoran.co

Viral! Hujan Es Sebesar Kelereng Terjang Babadan Magelang, Bikin Warga Heboh

Viral! Hujan Es Sebesar Kelereng Terjang Babadan Magelang, Warga Heboh--BorobudurNews

Ia menjelaskan bahwa hujan es tidak hanya terjadi di Dusun Babadan 2, tetapi juga terpantau di beberapa lokasi lain seperti Babadan 1, Tlogolele, dan Klakah.

Semua wilayah tersebut berada di lereng Gunung Merapi, sehingga kondisi cuaca ekstrem memang kerap terjadi akibat faktor geografis dan meteorologis.

BACA JUGA:Seorang Emak-emak Ditangkap Warga Usai Nekat Lempar Bom Molotov ke Toko Emas di Makassar, Apa Motifnya?

BACA JUGA:Viral Video Bentrok TNI-Polri di Mappi, Diduga Dipicu Geber Motor hingga Miras

“Ternyata betul (hujan es). Bahwa di Babadan, Tlogolele, Klakah, Babadan 1 dari pengamat Gunung Merapi hujan es disertai angin kencang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan laporan sementara, tidak ditemukan adanya kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut.

“Kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Laporan sementara, kita pantau tidak ada kerusakan,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Magelang menegaskan akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari fenomena hujan es ini.

BACA JUGA:Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Stadion Pakansari Bogor, Atap Beterbangan dan Pohon Tumbang!

BACA JUGA:Guru Honorer Gugat UU APBN 2026 ke MK, Efek Program MBG Dinilai Menggerus Anggaran Pendidikan

Meski tidak menimbulkan kerusakan, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di kawasan rawan bencana seperti lereng Merapi.

Angin kencang yang menyertai hujan es berpotensi menumbangkan pohon atau merusak bangunan ringan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Fenomena hujan es sendiri bukanlah hal yang sepenuhnya asing di Indonesia, meski jarang terjadi.

Secara ilmiah, hujan es terbentuk ketika awan cumulonimbus berkembang dengan cepat dan membawa uap air ke lapisan atmosfer yang lebih dingin.

BACA JUGA:Keracunan Makanan Bergizi Gratis di SDN 008 Waru, Polisi Lakukan Uji Labfor!

Viral! Hujan Es Sebesar Kelereng Terjang Babadan Magelang, Bikin Warga Heboh

Ayu

Ayu


bacakoran.co - fenomena alam kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sebuah peristiwa hujan es disertai angin kencang melanda dusun babadan 2, kecamatan dukun, kabupaten magelang, jawa tengah, pada jumat sore, 13 februari 2026.

kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.00 wib ini sontak viral di media sosial karena dianggap jarang terjadi di wilayah tersebut.

banyak warga yang merekam dan membagikan momen langka itu melalui berbagai platform, salah satunya akun instagram @merapi_uncover yang menuliskan, “14:25 terjadi hujan es disertai angin kencang di babadan 2 magelang jawa tengah sore ini.”

unggahan tersebut segera menarik perhatian ribuan pengguna internet dan memicu beragam komentar serta rasa penasaran masyarakat.

menurut keterangan warga, fenomena hujan es berlangsung kurang lebih 15 menit.

butiran es yang turun dari langit berukuran sebesar kelereng, bahkan beberapa di antaranya lebih besar, sehingga menimbulkan suara gemuruh ketika menghantam atap rumah dan genteng warga.

rekaman video yang beredar menunjukkan bagaimana bongkahan es tersebut jatuh dengan intensitas cukup deras, membuat suasana seolah-olah sedang terjadi badai kecil.

suara dentuman dari atap rumah terdengar jelas, menambah kesan dramatis dari peristiwa tersebut.

meski demikian, warga tetap berusaha tenang dan sebagian besar memilih berlindung di dalam rumah hingga hujan mereda.

kepala pelaksana badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) kabupaten magelang, edi wasono, membenarkan adanya fenomena tersebut.

ia menjelaskan bahwa hujan es tidak hanya terjadi di dusun babadan 2, tetapi juga terpantau di beberapa lokasi lain seperti babadan 1, tlogolele, dan klakah.

semua wilayah tersebut berada di lereng gunung merapi, sehingga kondisi cuaca ekstrem memang kerap terjadi akibat faktor geografis dan meteorologis.

“ternyata betul (hujan es). bahwa di babadan, tlogolele, klakah, babadan 1 dari pengamat gunung merapi hujan es disertai angin kencang,” jelasnya.

ia menambahkan bahwa berdasarkan laporan sementara, tidak ditemukan adanya kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut.

“kejadian sekitar jam 14.00 wib. laporan sementara, kita pantau tidak ada kerusakan,” ujarnya.

bpbd kabupaten magelang menegaskan akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari fenomena hujan es ini.

meski tidak menimbulkan kerusakan, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di kawasan rawan bencana seperti lereng merapi.

angin kencang yang menyertai hujan es berpotensi menumbangkan pohon atau merusak bangunan ringan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

fenomena hujan es sendiri bukanlah hal yang sepenuhnya asing di indonesia, meski jarang terjadi.

secara ilmiah, hujan es terbentuk ketika awan cumulonimbus berkembang dengan cepat dan membawa uap air ke lapisan atmosfer yang lebih dingin.

uap air tersebut kemudian membeku menjadi butiran es kecil.

ketika butiran es semakin berat, gravitasi menariknya turun ke permukaan bumi dalam bentuk hujan es.

kondisi ini biasanya terjadi pada musim peralihan atau ketika cuaca sedang tidak stabil.

di kawasan pegunungan seperti magelang yang berdekatan dengan gunung merapi, faktor topografi dan perbedaan suhu udara dapat memperbesar kemungkinan terjadinya fenomena tersebut.

bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengalaman yang unik sekaligus menegangkan.

banyak warga yang mengaku baru pertama kali menyaksikan hujan es dengan intensitas cukup deras.

sebagian warga bahkan mengumpulkan butiran es yang jatuh sebagai dokumentasi pribadi. di media sosial, fenomena ini memicu diskusi luas.

ada yang mengaitkannya dengan tanda-tanda alam, ada pula yang membahas dari sisi ilmiah.

namun, secara umum masyarakat merasa lega karena tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti yang ditimbulkan.

peristiwa hujan es di dusun babadan 2 ini menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca di indonesia bisa sangat dinamis dan tidak selalu dapat diprediksi dengan mudah.

kejadian tersebut sekaligus menambah daftar fenomena alam unik yang pernah terjadi di lereng merapi.

dengan adanya pemantauan intensif dari bpbd dan kesadaran masyarakat untuk tetap waspada, diharapkan setiap fenomena alam dapat dihadapi dengan tenang tanpa menimbulkan kepanikan.  

Tag
Share