Angin Kencang Berputar Seperti Puting Beliung di Parepare, Warga: “Datang Lalu Keliling”
Angin kencang menerjang Lapangan Andi Makkasau pada Jumat petang, membuat warga panik dan sejumlah tenda pedagang beterbangan.--Youtube-@Liputan6
Pedagang mengalami kerugian materiil akibat dagangan dan peralatan yang rusak diterjang angin.
BACA JUGA: Sebelum Mayatnya Dimasukkan Karung, Rocky Marciano Ditembak Pelaku Menggunakan Senapan Angin
Fenomena Cuaca Ekstrem: Penyebab dan Waspada
Peristiwa seperti hujan deras disertai angin kencang bukanlah kejadian yang unik di Indonesia.
Berdasarkan prakiraan BMKG dan laporan cuaca ekstrem di berbagai wilayah, angin kencang dan hujan deras bisa terjadi mendadak dan memicu kerusakan infrastruktur serta panik masyarakat.
Cuaca ekstrem ini sering disebabkan oleh sistem cuaca lokal yang kuat, termasuk pembentukan awan konvektif yang tiba-tiba menyebabkan putaran angin di permukaan tanah.
BACA JUGA:Baru Dilantik, Menteri Keuangan Ngaku Nonton Drama China Buat Ngilangin Stres!
Di beberapa daerah lain pun, fenomena serupa pernah terjadi. Misalnya, kasus angin mirip puting beliung di Depok, Jawa Barat yang menerbangkan tenda pedagang serta merusak atap rumah.
Di kawasan lain seperti Bogor, Jawa Barat, angin kencang yang muncul tiba-tiba juga telah menyebabkan atap bangunan rusak dan pohon tumbang, menunjukkan bahwa fenomena ini bisa terjadi secara luas di seluruh Indonesia, utamanya saat musim peralihan cuaca.
Apa Arti bagi Warga dan Pelaku UMKM?
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga dan pelaku UMKM di daerah rawan cuaca ekstrem seperti Sulawesi Selatan.
BACA JUGA:Dua 'Tikus Angin' Yang Suka Menggerogoti Kabel Lampu Hias Jalan Berhasil Ditangkap
BACA JUGA:Panas Ekstrem dan Angin Kencang, Separuh Pulau di Negeri Para Dewa Nyaris Ludes Terbakar!
Kesiagaan dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sangat penting agar masyarakat bisa mengantisipasi perubahan cuaca mendadak, apalagi jika kegiatan berlangsung di ruang terbuka seperti lapangan, pasar tenda, dan event publik lainnya.
Kejadian di Lapangan Andi Makkasau, Parepare, tak hanya menggugah kesadaran soal perubahan cuaca, tetapi juga menunjukkan bahwa fenomena alam yang tampak sederhana seperti hujan dapat dengan cepat berubah jadi ancaman bila disertai angin kencang dan hujan es.