Indonesia Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kerja Sama Strategis dengan Amerika Serikat, Ini Dampaknya bagi Masa
Indonesia dan AS Sepakati Kerja Sama Energi, Ini Dampaknya bagi Ketahanan Nasional--
Dengan memiliki berbagai sumber pasokan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada satu negara atau wilayah tertentu.
Selain itu, pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan produksi energi domestik melalui optimalisasi kilang nasional, pengembangan energi terbarukan, dan peningkatan efisiensi energi.
Langkah ini mencerminkan strategi jangka panjang yang seimbang antara kebutuhan energi saat ini dan tujuan kemandirian energi di masa depan.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah menghentikan impor solar secara bertahap. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk mencapai target nihil impor solar pada tahun 2026.
BACA JUGA:Komnas HAM Akan Punya Unit Penyidikan Sendiri, Langkah Besar Penguatan Penegakan HAM di Indonesia
Target ini akan dicapai melalui peningkatan kapasitas kilang dalam negeri, khususnya yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero).
Modernisasi kilang dan peningkatan efisiensi produksi menjadi faktor kunci dalam mencapai target tersebut.
Jika target ini berhasil dicapai, Indonesia akan semakin dekat menuju kemandirian energi yang selama ini menjadi cita-cita nasional.
Selain memperkuat ketahanan energi, kebijakan ini juga berpotensi menghemat devisa negara dalam jumlah besar yang selama ini digunakan untuk impor bahan bakar.
BACA JUGA:Sempat Salat Tarawih Malam Pertama, Imam Masjid Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah
Kerja sama energi dengan Amerika Serikat juga sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia terus memperkuat bauran energi nasional dengan meningkatkan penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Diversifikasi energi, modernisasi infrastruktur, dan pengembangan energi bersih menjadi prioritas utama pemerintah.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada ketahanan energi jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan masa depan energi yang berkelanjutan.