bacakoran.co

Dituduh Punya Ilmu Santet, Rumah Seorang Kakek di Pasuruan Dirusak Warga: Gegara Mimpi Korban saat Sakit

Kakek 80 tahun di Pasuruan dituduh santet hanya karena mimpi. Rumahnya dirusak massa, polisi turun tangan selamatkan korban./kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

Setibanya di rumah Amsori, suasana semakin tidak kondusif. Puluhan warga berkumpul dan mulai merangsek mendekati Mus. 

Anak korban, Ros (40), berusaha melindungi ayahnya dari amukan massa. 

Beruntung, aparat Polsek Lekok segera tiba di lokasi dan langsung mengamankan Mus ke kantor polisi untuk mencegah aksi main hakim sendiri.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, mengonfirmasi kejadian tersebut. 

Ia menyebut korban mengalami luka di lengan kanan dan kiri. 

Namun hasil visum menunjukkan luka itu bukan akibat penganiayaan, melainkan karena penyakit kulit yang diderita Mus. 

BACA JUGA:Miris! Jaksa Situbondo Tuntut 2 Tahun Penjara Kakek 71 Tahun yang Curi Burung Cendet di Hutan Baluran

BACA JUGA:Viral! Kakek yang Cabuli Kakek di Tasikmalaya Terancam Lolos dari Hukuman: Niatnya Hanya Memijat

Jika kulitnya tersentuh keras, bisa langsung mengelupas.

Selain luka fisik, rumah korban mengalami kerusakan cukup parah. 

Pintu, jendela, serta perabotan rusak dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 juta. 

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa serpihan pintu dan pecahan kaca jendela.

Polisi Dalami Kasus

Aipda Junaidi menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. 

Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mendalami keterlibatan pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan maupun perusakan rumah.

“Kasus ini masih dalam proses lidik. Kami akan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku agar tidak terjadi lagi aksi main hakim sendiri,” ujarnya.

Dituduh Punya Ilmu Santet, Rumah Seorang Kakek di Pasuruan Dirusak Warga: Gegara Mimpi Korban saat Sakit

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – isu kembali mencuat di kabupaten pasuruan dan memicu kericuhan antarwarga. 

seorang berusia 80 tahun bernama musthofa (mus) menjadi korban amukan massa setelah dituding memiliki ilmu santet. 

peristiwa ini terjadi di dusun kampung baru, desa pasinan, kecamatan lekok, minggu malam (01/03/2026).

kronologi kejadian

insiden bermula ketika amsori (52), tetangga mus, jatuh sakit selama tiga hari. 

dalam kondisi sakit, amsori mengaku bermimpi didatangi mus. 

mimpi tersebut kemudian diyakini sebagai tanda bahwa dirinya disantet. 

keyakinan ini membuat keluarga amsori tidak terima. 

anak amsori, j, bersama sejumlah kerabat dan warga lain mendatangi rumah mus sekitar pukul 20.00 wib.

situasi langsung memanas. 

massa merusak pintu, jendela, serta sejumlah perabotan rumah. 

mus yang saat itu tengah tertidur diseret keluar rumah dan dipaksa mendatangi kediaman amsori di dusun tegalan, desa jatirejo. 

istri mus sempat berusaha mencegah, namun diancam agar tidak ikut campur.

korban alami luka dan kerugian

setibanya di rumah amsori, suasana semakin tidak kondusif. puluhan warga berkumpul dan mulai merangsek mendekati mus. 

anak korban, ros (40), berusaha melindungi ayahnya dari amukan massa. 

beruntung, aparat polsek lekok segera tiba di lokasi dan langsung mengamankan mus ke kantor polisi untuk mencegah aksi main hakim sendiri.

plt kasi humas polres pasuruan kota, aipda junaidi, mengonfirmasi kejadian tersebut. 

ia menyebut korban mengalami luka di lengan kanan dan kiri. 

namun hasil visum menunjukkan luka itu bukan akibat penganiayaan, melainkan karena penyakit kulit yang diderita mus. 

jika kulitnya tersentuh keras, bisa langsung mengelupas.

selain luka fisik, rumah korban mengalami kerusakan cukup parah. 

pintu, jendela, serta perabotan rusak dengan estimasi kerugian mencapai rp10 juta. 

polisi juga mengamankan barang bukti berupa serpihan pintu dan pecahan kaca jendela.

polisi dalami kasus

aipda junaidi menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. 

sejumlah saksi telah diperiksa untuk mendalami keterlibatan pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan maupun perusakan rumah.

“kasus ini masih dalam proses lidik. kami akan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku agar tidak terjadi lagi aksi main hakim sendiri,” ujarnya.

peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa isu santet masih menjadi hal sensitif di masyarakat. 

keyakinan terhadap mimpi sebagai tanda santet memicu konflik yang berujung pada kerusuhan. 

padahal, mus dan amsori diketahui masih memiliki hubungan keluarga.

kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran aparat dan tokoh masyarakat dalam meredam isu-isu mistis yang berpotensi menimbulkan keresahan. polisi berharap warga tidak mudah terprovokasi oleh dugaan yang belum terbukti secara medis maupun hukum.

Tag
Share