Owner Resto Kemang Nabilah O'Brien Jadi Tersangka usai Unggah CCTV dan Lapor Pencurian, DPR Turun Tangan
Kasus CCTV resto Kemang bikin heboh, korban pencurian justru jadi tersangka. DPR panggil polisi, Nabilah O’Brien ajukan praperadilan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo
PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Kasus hukum yang menimpa pemilik restoran Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O’Brien, terus menjadi perhatian publik.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik, kini Nabilah bersama kuasa hukumnya berencana mengajukan praperadilan untuk membatalkan status tersebut.
Praperadilan Jadi Langkah Hukum
Kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, menegaskan pihaknya akan menempuh segala jalur hukum demi menghentikan proses penyidikan.
“Kami sudah bersurat kepada Wassidik untuk gelar perkara khusus. Harapannya, Birowassidik bisa melihat kasus ini secara objektif,” ujarnya.
BACA JUGA:Netizen Ungkap Identitas Pelaku Pencurian yang Terekam CCTV, Korban Sudah Lapor Polisi
Selain itu, Nabilah juga melaporkan penyidik Bareskrim ke Divisi Propam Polri.
Ia merasa penetapan tersangka terlalu cepat dan janggal, padahal rekaman CCTV yang diunggahnya menunjukkan dugaan pencurian oleh pasangan suami istri berinisial Z dan E.
Kronologi Kasus: Dari CCTV ke Status Tersangka
Kasus ini bermula ketika Z dan E datang ke restoran Nabilah, memesan 14 produk makanan dan minuman, namun pergi tanpa membayar. Nabilah mengaku karyawannya bahkan dihina dan dibentak oleh pasangan tersebut.
Rekaman CCTV kemudian diunggah ke media sosial, yang justru berujung pada laporan balik dari Z dan E dengan tuntutan kompensasi Rp 1 miliar.
“Kalau menyebarkan CCTV dianggap tindak pidana, orang jadi takut melaporkan kejahatan. Padahal kerugian materil nyata, korban nyata, dan CCTV tidak berbohong,” tegas Nabilah.
Komisi III DPR Turun Tangan
BACA JUGA:Viral, Aksi Pencurian Mobil Terekam CCTV, Wajah 3 Pelaku Sangat Jelas, Netizen Ada yang Kenal
BACA JUGA:Aksi Pencurian Sepeda Motor di Palmerah Berujung Penembakan, Seorang Warga Terkena Luka Tembak
Kasus ini kini masuk ke ranah politik. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Senin mendatang.