Serangan Rudal Israel-AS Sasar Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Bagaimana Kondisinya Sekarang?
Serangan Rudal Israel-AS Sasar Pemimpin Tertinggi Baru Iran --Langit7.id
BACAKORAN.CO - Publik internasional, khususnya jagat maya, diguncang oleh kabar mengejutkan mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Beredar informasi bahwa ia mengalami luka parah akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Serangan tersebut bukan hanya menargetkan pusat pertahanan Iran, tetapi juga menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral politik dan spiritual di negeri itu.
Kehilangan sang ayah sekaligus kabar mengenai cedera Mojtaba membuat publik bertanya-tanya tentang stabilitas kepemimpinan Iran di tengah perang terbuka yang semakin memanas.
BACA JUGA:Heboh! Nonton Drama China Born with Luck Bisa Bikin Saldo DANA Kamu Meledak, Begini Caranya...
BACA JUGA:5 Rekomendasi Drama China Tentang Balas Dendam Wajib Ditonton Plus Dapat Cuan ke Saldo DANA!
Di tengah derasnya rumor, muncul klarifikasi dari Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian sekaligus penasihat pemerintah.
Melalui unggahan di kanal Telegram resminya, ia menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat dan aman.
“Saya mendengar berita bahwa Tuan Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, dia dalam keadaan aman dan sehat,” tulis Yousef.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam keresahan publik, meski serangan militer besar-besaran masih mengguncang Teheran.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Drama China Tentang Detektif Paling Seru, Nonton Bisa Cair Saldo DANA ke Rekening!
BACA JUGA:Jangan Nonton Sendiri! Drama China Reincarnated Love Bikin Jantung Berdebar, Ini Sinopsisnya...
Namun, media pemerintah Iran memberikan sinyal berbeda. Televisi negara menyebut Mojtaba sebagai “veteran perang Ramadan yang terluka,” tanpa menjelaskan detail cedera yang dialami.
Kontradiksi ini semakin menambah spekulasi. Sementara itu, media Barat seperti The New York Times melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka di bagian kaki pada hari pertama serangan, 28 Februari, ketika ayahnya tewas.