bacakoran.co

Usai Tragedi Longsor Sampah Bantargebang, Pemprov DKI Siap Bangun 3 PLTSa!

Setelah Tragedi Longsor Sampah Bantargebang, Pemprov DKI Siap Bangun 3 Pembangkit Listrik dari Sampah!--Metro TV

Peristiwa tragis tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai belasan lainnya.

Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa pengelolaan sampah Jakarta membutuhkan terobosan besar.  

BACA JUGA:Sempat Yakini Ijazah Palsu, Kini Rismon Sianipar Temui Jokowi ke Solo dan Minta Maaf!

BACA JUGA:KPK Resmi Tahan Yaqut Cholil Qoumas, Skandal Kuota Haji 2024 Terbongkar!

Pramono menambahkan, pembangunan PLTSa bukan hanya untuk mengurangi beban sampah, tetapi juga untuk menghasilkan energi listrik dari limbah yang selama ini dianggap masalah.

“Saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Yang itu yang akan kami lakukan,” ujarnya.  

Dengan adanya PLTSa, Jakarta diharapkan mampu mengubah sampah menjadi sumber daya energi yang bermanfaat.

Selain mengurangi risiko bencana akibat penumpukan sampah, proyek ini juga mendukung konsep energi berkelanjutan.

BACA JUGA:Eks Stafsus Jadi Buron, Ini Alasan Nadiem Makarim Rekrut Jurist Tan yang Membuatnya di Pusaran Korupsi!

BACA JUGA:Warga Panik! Harga Telur, Beras, dan Minyak Goreng Meroket Menjelang Idul Fitri 1447 H

Jika berhasil, Jakarta tidak hanya lebih bersih, tetapi juga lebih mandiri dalam menyediakan listrik dari sumber ramah lingkungan.  

Usai Tragedi Longsor Sampah Bantargebang, Pemprov DKI Siap Bangun 3 PLTSa!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - pemerintah provinsi (pemprov) dki jakarta berencana membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (pltsa) sebagai solusi atas persoalan penumpukan sampah yang semakin kritis.

proyek ini akan dilakukan di tiga lokasi sekaligus, yaitu bantargebang di kota bekasi, serta tunjungan dan itf sunter di jakarta utara.  

gubernur dki jakarta, pramono anung, menegaskan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan resmi kepada pemerintah pusat terkait pembangunan tiga fasilitas tersebut.

“untuk pembangkit listrik tenaga sampah, dki jakarta secara resmi mengusulkan tiga pltsa,” kata pramono di tanah abang, jakarta pusat dikutip jumat, 13 maret 2026.  

menurutnya, pltsa di bantargebang akan memiliki kapasitas mengolah sekitar 3.000 ton sampah per hari, terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.

sementara itu, pltsa di tunjungan diproyeksikan mengolah 2.000 ton sampah baru per hari, dan di itf sunter sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.

dengan demikian, total sampah yang dapat diolah mencapai 6.500 hingga 7.000 ton per hari.

“kalau pltsa ini jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 ton per hari sampah itu akan tertampung,” ujarnya.  

langkah ini dianggap sangat penting karena tpst bantargebang saat ini sudah mengalami overload.

kapasitas yang melebihi batas aman telah menimbulkan risiko besar, terbukti dengan insiden longsor di zona 4a tpst bantargebang pada 8 maret 2026.

peristiwa tragis tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai belasan lainnya.

kondisi ini menjadi alarm keras bahwa pengelolaan sampah jakarta membutuhkan terobosan besar.  

pramono menambahkan, pembangunan pltsa bukan hanya untuk mengurangi beban sampah, tetapi juga untuk menghasilkan energi listrik dari limbah yang selama ini dianggap masalah.

“saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di bantargebang. yang itu yang akan kami lakukan,” ujarnya.  

dengan adanya pltsa, jakarta diharapkan mampu mengubah sampah menjadi sumber daya energi yang bermanfaat.

selain mengurangi risiko bencana akibat penumpukan sampah, proyek ini juga mendukung konsep energi berkelanjutan.

jika berhasil, jakarta tidak hanya lebih bersih, tetapi juga lebih mandiri dalam menyediakan listrik dari sumber ramah lingkungan.  

Tag
Share