bacakoran.co - mantan penyidik senior komisi pemberantasan korupsi (kpk), novel baswedan, mengecam keras kasus penyiraman air keras yang menimpa andrie yunus, wakil koordinator bidang eksternal komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (kontras).
peristiwa ini terjadi di jalan salemba i, jakarta pusat, pada kamis malam, 12 maret 2026.
saat itu, andrie tengah mengendarai sepeda motor ketika dua orang tak dikenal mendekatinya dari arah berlawanan.
salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya tersebut ke tubuh andrie, mengenai bagian kanan tubuhnya.
akibat serangan itu, andrie harus segera dilarikan ke rscm untuk mendapatkan perawatan medis. dari hasil pemeriksaan, ia mengalami luka bakar hingga 24 persen.
novel, yang pernah menjadi korban serangan serupa sembilan tahun lalu, menilai bahwa aksi ini bukan sekadar intimidasi, melainkan upaya pembunuhan yang direncanakan dengan matang.
"serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. pelakunya ini menyiram air keras ke area muka, kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," tegasnya.
dalam konferensi pers bersama koalisi masyarakat sipil pada jumat, 13 maret 2026, novel menyebut peristiwa ini sebagai kejahatan biadab yang menyasar orang-orang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran demi bangsa.
"saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya," tambahnya.
lebih lanjut, novel mendesak presiden ri prabowo subianto untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.
"saya mendesak kepada pak presiden agar memberikan perhatian kepada perkara ini," tegasnya.
ia meminta agar presiden mendukung penuh langkah polri dalam mengusut tuntas para pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan tersebut.
menurut novel, pengusutan tidak boleh berhenti pada eksekutor di lapangan, melainkan harus menyasar seluruh jaringan yang terlibat.
"tapi pengusutan ini harus dilakukan dengan menyeluruh, semua orang yang terlibat harus diusut," ujarnya.
novel juga mengungkapkan bahwa rekaman cctv menunjukkan indikasi kuat bahwa penyerangan dilakukan secara terorganisir.
ia menilai ada simbol-simbol tertentu yang digunakan pelaku, sehingga serangan tampak direncanakan dengan matang.
"ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir. ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," pungkasnya.
koordinator kontras, dimas bagus arya, menegaskan bahwa serangan ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis yang vokal menyuarakan kritik.
luka bakar yang dialami andrie menjadi bukti nyata betapa seriusnya ancaman terhadap kebebasan sipil.
peristiwa ini bukan hanya tragedi personal, tetapi juga alarm bagi negara untuk segera bertindak.
novel menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa serangan air keras terhadap aktivis adalah bentuk kejahatan keji yang tidak boleh ditoleransi, dan negara harus hadir untuk memastikan keadilan ditegakkan serta pelaku dihukum seberat-beratnya.