bacakoran.co

Kapan Lebaran 2026? Ini Perbedaan Penetapan Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah--

BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Cadangan Energi Nasional Aman Jelang Idul Fitri

Pemerintah Menunggu Hasil Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah Indonesia menetapkan awal bulan Syawal melalui proses sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.

Sidang isbat biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 Ramadan untuk menentukan apakah bulan baru sudah terlihat atau belum.

Penentuan ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu:

- Hisab (perhitungan astronomi)

- Rukyatul hilal (pengamatan langsung terhadap bulan sabit pertama)

Jika hilal terlihat pada malam tersebut, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai Hari Raya Idul Fitri.

BACA JUGA:Merapat, Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2026 Menjelang Lebaran, Tahap 2 Akan Segera Cair!

Namun jika hilal belum terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Metode ini digunakan oleh pemerintah bersama berbagai organisasi Islam termasuk Nahdlatul Ulama yang juga mengutamakan metode rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026

Untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menjadwalkan sidang isbat pada:

- Tanggal: Kamis, 19 Maret 2026

- Waktu: Pukul 16.00 WIB

- Lokasi: Auditorium H.M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta

Sidang ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk para ahli astronomi, perwakilan organisasi Islam, serta instansi terkait lainnya.

Kapan Lebaran 2026? Ini Perbedaan Penetapan Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Melly

Melly


bacakoran.co - menjelang berakhirnya bulan suci ramadan, masyarakat indonesia biasanya mulai mencari informasi mengenai kapan hari raya idul fitri akan dirayakan.

pertanyaan seperti “kapan lebaran 2026?” menjadi topik yang ramai dibahas, terutama terkait perbedaan metode penentuan awal bulan syawal antara organisasi islam dan pemerintah.

di indonesia, penetapan hari raya idul fitri umumnya dilakukan oleh pemerintah melalui kementerian agama republik indonesia, sementara organisasi keagamaan seperti muhammadiyah juga memiliki metode sendiri dalam menentukan awal bulan hijriah.

perbedaan metode inilah yang kadang membuat tanggal lebaran bisa berbeda.

muhammadiyah menetapkan lebaran 2026 lebih awal

pimpinan pusat muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan jadwal hari raya idul fitri 1447 hijriah melalui maklumat resmi organisasi.

dalam keputusan tersebut, muhammadiyah menetapkan bahwa 1 syawal 1447 h jatuh pada jumat, 20 maret 2026.

penetapan ini tercantum dalam maklumat pimpinan pusat muhammadiyah nomor 2/mlm/i.0/e/2025 yang memuat hasil perhitungan astronomi untuk menentukan awal ramadan, syawal, dan zulhijah tahun 1447 hijriah.

muhammadiyah dapat menentukan tanggal lebaran jauh hari sebelumnya karena menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi yang menghitung posisi bulan secara matematis.

metode hisab hakiki wujudul hilal

metode yang digunakan muhammadiyah mengacu pada prinsip bahwa awal bulan hijriah dimulai ketika bulan sudah berada di atas ufuk setelah terjadi ijtima atau konjungsi antara matahari dan bulan.

artinya, jika pada saat matahari terbenam posisi bulan sudah berada di atas garis horizon meskipun belum terlihat secara kasat mata, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai hari pertama bulan baru dalam kalender hijriah.

pendekatan ini juga merujuk pada konsep kalender hijriah global tunggal (khgt) yang digunakan muhammadiyah untuk menciptakan sistem kalender islam yang lebih terintegrasi secara global.

karena berbasis perhitungan astronomi yang pasti, metode ini memungkinkan penentuan tanggal hari raya dilakukan jauh sebelum bulan ramadan berakhir.

pemerintah menunggu hasil sidang isbat

berbeda dengan muhammadiyah, pemerintah indonesia menetapkan awal bulan syawal melalui proses sidang isbat yang digelar oleh kementerian agama ri.

sidang isbat biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 ramadan untuk menentukan apakah bulan baru sudah terlihat atau belum.

penentuan ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu:

- hisab (perhitungan astronomi)

- rukyatul hilal (pengamatan langsung terhadap bulan sabit pertama)

jika hilal terlihat pada malam tersebut, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai hari raya idul fitri.

namun jika hilal belum terlihat, maka bulan ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

metode ini digunakan oleh pemerintah bersama berbagai organisasi islam termasuk nahdlatul ulama yang juga mengutamakan metode rukyat dalam menentukan awal bulan hijriah.

jadwal sidang isbat lebaran 2026

untuk menentukan hari raya idul fitri 1447 hijriah, pemerintah melalui kementerian agama telah menjadwalkan sidang isbat pada:

- tanggal: kamis, 19 maret 2026

- waktu: pukul 16.00 wib

- lokasi: auditorium h.m rasjidi, kantor kementerian agama, jakarta

sidang ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk para ahli astronomi, perwakilan organisasi islam, serta instansi terkait lainnya.

direktur jenderal bimbingan masyarakat islam kementerian agama, abu rokhmad, menjelaskan bahwa seluruh persiapan sidang isbat telah dilakukan sesuai prosedur.

menurutnya, penentuan awal syawal akan dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan data hisab serta hasil pengamatan hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh indonesia.

perbedaan penetapan hari raya idul fitri antara muhammadiyah dan pemerintah sebenarnya bukan hal baru di indonesia.

hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan hijriah.

muhammadiyah menggunakan metode hisab yang bersifat matematis dan dapat diprediksi sejak jauh hari.

sementara pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyat yang menunggu hasil pengamatan langsung terhadap hilal.

perbedaan pendekatan ini kadang menghasilkan tanggal lebaran yang sama, namun dalam beberapa tahun tertentu juga dapat berbeda.

meskipun perbedaan penentuan tanggal lebaran kadang terjadi, masyarakat indonesia umumnya menyikapinya dengan penuh toleransi.

tradisi saling menghormati antarumat islam menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan.

banyak keluarga bahkan tetap merayakan silaturahmi meskipun merayakan idul fitri pada hari yang berbeda.

hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan nilai persaudaraan tetap menjadi hal utama dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa ramadan.

muhammadiyah telah menetapkan bahwa hari raya idul fitri 1447 hijriah akan jatuh pada jumat, 20 maret 2026berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

sementara itu, pemerintah melalui kementerian agama akan menentukan tanggal resmi lebaran setelah menggelar sidang isbat pada 19 maret 2026.

perbedaan metode penentuan ini merupakan bagian dari dinamika dalam tradisi keilmuan islam.

namun pada akhirnya, semangat idul fitri tetap sama, yaitu mempererat persaudaraan, memperkuat silaturahmi, serta merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Tag
Share