bacakoran.co

Musim Kemarau Telah Tiba! Kementan Serukan Petani Tanam Varietas Padi Adaptif Ini

Musaim kemarau datang lebib awal, para petani harus antisipasi tanam dengan padi varietas adaptif -Kementan-

BACAKORAN.CO - Musim kemarau datang ke Indonesia lebih awal. Kementan pun mulai mengantisipasi potensi kekeringan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat.

Daerah itu antara lain sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

BACA JUGA:Penyuka Pedas Bisa Pesta Nih, Kementan Jamin Stok Cabai Aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipatif. 

Mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Selain itu, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.


Janir padi Inpago 4 tahan di musim kemarau-Kementan-

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. 

Varietas tersebut dirakit agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

BACA JUGA:Kementan Bekukan 190 Pengecer dan Distributor Pupuk, Nakal Sih!

“Varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas," ujarnya. 

Musim Kemarau Telah Tiba! Kementan Serukan Petani Tanam Varietas Padi Adaptif Ini

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - musim kemarau datang ke indonesia lebih awal. kementan pun mulai mengantisipasi potensi kekeringan. 

badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (bmkg) memprediksi sejumlah wilayah di indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat.

daerah itu antara lain sebagian wilayah sumatra, jawa, bali, nusa tenggara, kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar sulawesi, maluku, hingga sebagian wilayah papua.

kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

menteri pertanian andi amran sulaiman menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipatif. 

mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

selain itu, kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.


janir padi inpago 4 tahan di musim kemarau-kementan-

“petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti inpago 4–13, inpari 38–46, situbagendit, situpatenggang, padjadjaran, cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar mentan amran.

kepala badan perakitan dan modernisasi pertanian (brmp) fadjry djufry menjelaskan bahwa kementerian pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. 

varietas tersebut dirakit agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

“varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti inpari 38 hingga inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas," ujarnya. 

"selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti padjadjaran dan cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan,” jelas fadjry.

ia menambahkan, pemanfaatan varietas adaptif tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika iklim.

“kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegasnya.

kementerian pertanian melalui brmp terus memperkuat pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim. 

termasuk melalui pengembangan varietas unggul adaptif serta penerapan teknologi budidaya yang tepat di tingkat petani.

Tag
Share