bacakoran.co

Dikeroyok saat Tegur Pemuda Mabuk, Brimob di Dompu Maafkan Para Pelaku

Anggota Brimob dikeroyok pemuda mabuk di Dompu, NTB. Kasus panas ini akhirnya berakhir damai lewat jalur kekeluargaan./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

DOMPU, BACAKORAN.CO – Sebuah insiden pengeroyokan terhadap anggota Brimob di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sempat memicu keresahan warga. 

Namun, kasus yang melibatkan sekelompok pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berujung damai setelah ditempuh jalur kekeluargaan.

Kronologi Insiden

Peristiwa terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam. Saat itu, seorang anggota Brimob menegur sekelompok pemuda yang tengah membuat keributan dalam kondisi mabuk. 

BACA JUGA:Brutal! Ini Kronologi Dua Debt Collector Dikeroyok di Kalibata: Satu Tewas di Lokasi

Bukannya mereda, teguran tersebut justru memicu amarah. 

Para pemuda kemudian menyerang dan mengeroyok anggota Brimob tersebut.

Situasi sempat memanas, namun aparat keamanan segera bertindak cepat dengan mengamankan para pelaku. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik meluas yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat di Dompu.

Proses Mediasi

Sehari setelah kejadian, tepatnya Rabu (25/3/2026), pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan keluarga kedua belah pihak menggelar mediasi. 

BACA JUGA:Kasus Ariyanto di Kota Tual: Oknum Brimob Jadi Tersangka, Warga Tuntut Keadilan!

Dalam pertemuan tersebut, anggota Brimob yang menjadi korban menunjukkan sikap besar hati dengan membuka pintu maaf. 

Ia sepakat menyelesaikan permasalahan melalui jalur kekeluargaan.

Kesepakatan damai ini disambut baik oleh masyarakat setempat. 

Selain meredakan ketegangan, langkah tersebut juga menjadi contoh bahwa penyelesaian konflik bisa dilakukan tanpa harus berujung panjang di ranah hukum.

Pesan Perdamaian

Dikeroyok saat Tegur Pemuda Mabuk, Brimob di Dompu Maafkan Para Pelaku

Rida Satriani

Rida Satriani


dompu, bacakoran.co – sebuah insiden pengeroyokan terhadap anggota brimob di kabupaten dompu, nusa tenggara barat (ntb), sempat memicu keresahan warga. 

namun, kasus yang melibatkan sekelompok pemuda asal sumba, nusa tenggara timur (ntt), akhirnya berujung damai setelah ditempuh jalur kekeluargaan.

kronologi insiden

peristiwa terjadi pada selasa (24/3/2026) malam. saat itu, seorang anggota brimob menegur sekelompok pemuda yang tengah membuat keributan dalam kondisi mabuk. 

bukannya mereda, teguran tersebut justru memicu amarah. 

para pemuda kemudian menyerang dan mengeroyok anggota brimob tersebut.

situasi sempat memanas, namun aparat keamanan segera bertindak cepat dengan mengamankan para pelaku. 

langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik meluas yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat di dompu.

proses mediasi

sehari setelah kejadian, tepatnya rabu (25/3/2026), pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan keluarga kedua belah pihak menggelar mediasi. 

dalam pertemuan tersebut, anggota brimob yang menjadi korban menunjukkan sikap besar hati dengan membuka pintu maaf. 

ia sepakat menyelesaikan permasalahan melalui jalur kekeluargaan.

kesepakatan damai ini disambut baik oleh masyarakat setempat. 

selain meredakan ketegangan, langkah tersebut juga menjadi contoh bahwa penyelesaian konflik bisa dilakukan tanpa harus berujung panjang di ranah hukum.

pesan perdamaian

kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dompu dan sekitarnya. 

keributan yang dipicu oleh alkohol terbukti bisa berujung pada tindakan kriminal. 

namun, sikap bijak korban yang memilih jalur damai menunjukkan bahwa penyelesaian masalah dengan kepala dingin lebih membawa manfaat bagi semua pihak.

pihak kepolisian berharap insiden ini tidak terulang kembali. 

mereka mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi minuman keras berlebihan yang kerap menjadi pemicu keributan. 

selain itu, diimbau agar setiap permasalahan diselesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan.

Tag
Share