bacakoran.co

Ragukan Tahanan Minum Pembersih Lantai, Kepala BNN Prabumulih Sebut Hanya Akal-Akalan

Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia ketika memberikan keterangan. Tampak keterangan diagnosa Tim Medis RSUD Prabumulih--

Terkait keraguan Pauzia jika OB meminum cairan pembersih lantai merek porstex, sejumlah media kemudian mengunggah lembaran diagnosa tim medis RSUD Prabumulih yang menuliskan jika pasien keracunan (porstex)

Diwartakan sebelumnya, seorang tahanan BNN Kota Prabumulih berinisial OB dilarikan ke RSUD Prabumulih karena keracunan akibat meminum cairan pembersih lantai.

BACA JUGA:Driver Ojol Ketahuan Rekam Wanita di Mall Palembang, Ternyata Dikirim ke Grup WhatsApp Video Porno!

BACA JUGA:Marbot Temukan 2 Mayat Membusuk di Atap Masjid Brebes, Ternyata Ini Penyebab Kematiannya!

Istri OB mengaku kecewa kepada pihak BNN Prabumulih atas terjadinya persitiwa itu. Ia mempertanyakan bagaimana cairan berbahaya bisa berada dalam jangkauan tahanan.

“Kalau pengawasannya ketat, bagaimana mungkin tahanan bisa sampai minum cairan pembersih lantai?,” ujarnya.

Diketahui, OB sendiri diamankan anggota BNN Kota Prabumulih beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Setelah mendapat perawatan medis, OB dibawa kembali ke Kantor BNN Kota Prabumulih.

Ragukan Tahanan Minum Pembersih Lantai, Kepala BNN Prabumulih Sebut Hanya Akal-Akalan

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co --  kepala badan narkotika nasional , sumatera selatan akbp pauzia akhirnya memberikan penjelasan terkait pemberitaan sejumlah media tentang adanya seorang tahanan atau klien bnn kota prabumulih, berinisial ob (35), yang tengah menjalani mengalami keracunan akibat minum cairan .

pauzia dalam keterangan persnya meragukan penjelasan istri tahanan tersebut seperti dinarasikan sejumlah media yang mengatakan jika ob keracunan akibat meminum cairan pembersih lantai merek porstex

menurut pauzia, cairan tersebut bersifat korosif dan berbahaya. "jika benar dikonsumsi, dampaknya dipastikan sangat serius dan tidak memungkinkan pasien berada dalam kondisi stabil seperti saat ini,"katanya.

"kalau benar dia memang, maaf, minum porstex yang seperti dinarasikan itu, saya tidak yakin dia bisa (masih hidup, red), maaf, sampai hari ini. kenapa? karena porstek itu, apa, korosif,"ulasnya.

ditegaskan pauzia, kemungkinan pengakuan itu hanya   klien atau pecandu yang tengah menjalani rehabilitasi di bnn untuk menghindari perawatan di bnn.

"kami menduga ada kemungkinan upaya dari pasien untuk menghindari perawatan inap (rehabilitasi di bnn, red). modus seperti ini kerap dilakukan agar status perawatan dialihkan menjadi rawat jalan,"jelasnya.

pauzia menegaskan jika pihaknya tetap merekomendasikan perawatan inap terhadap ob sesuai prosedur yang berlaku.

lebih lanjut menurut pauzia terkait ob dibawa kembali ke bnn padahal pihak rsud prabumulih merekomendasikan rawat inap, hal itu adalah hal yang wajar. menurutnya pihak rumah sakit berpikir kemungkinan rawat inap terhadap pasien.

"tapi setelah dilakukan tindakan dan diobservasi,  tidak ada hal yang mengkhawatirkan, maka diizinkan (dibawa ke bnn). saya yakin rumah sakit kalau ada yang mengkhawatirkan pasti tidak diizinkan,"tegasnya.

"dan untuk diketahui rekan-rekan, mohon maaf, bnn ini juga punya selain dokter, ada analis yang mampu menilai kondisi pasien secara objektif,"katanya.

terkait keraguan pauzia jika ob meminum cairan pembersih lantai merek porstex, sejumlah media kemudian mengunggah lembaran diagnosa tim medis rsud prabumulih yang menuliskan jika pasien keracunan (porstex)

diwartakan sebelumnya, seorang tahanan bnn kota prabumulih berinisial ob dilarikan ke rsud prabumulih karena keracunan akibat meminum cairan pembersih lantai.

istri ob mengaku kecewa kepada pihak bnn prabumulih atas terjadinya persitiwa itu. ia mempertanyakan bagaimana cairan berbahaya bisa berada dalam jangkauan tahanan.

“kalau pengawasannya ketat, bagaimana mungkin tahanan bisa sampai minum cairan pembersih lantai?,” ujarnya.

diketahui, ob sendiri diamankan anggota bnn kota prabumulih beberapa hari sebelum hari raya idul fitri lalu. setelah mendapat perawatan medis, ob dibawa kembali ke kantor bnn kota prabumulih.

Tag
Share