enrekang, bacakoran.co – sebanyak 17 siswa sekolah dasar di kabupaten enrekang, sulawesi selatan, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (mbg) yang dibagikan di sekolah.
peristiwa ini terjadi di dua sekolah, yakni sdn 120 baroko dan sd 195 buntu ampang, kecamatan baroko, pada selasa (31/3/2026).
kronologi kejadian
awalnya, para siswa menerima menu mbg yang dibagikan di sekolah mereka.
tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, lemas, hingga diare.
kondisi tersebut membuat pihak sekolah segera melaporkan kejadian kepada orang tua dan instansi terkait.
sebanyak 17 siswa kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
dugaan penyebab keracunan
plt kepala dinas kesehatan enrekang, sabir, membenarkan adanya kasus dugaan keracunan tersebut.
ia menyebut dugaan sementara mengarah pada menu ayam yang dibagikan dalam program mbg.
“dugaan sementara dari menu ayam. untuk informasi pasti, sementara pemeriksaan sampel di makassar,” jelasnya.
hingga kini, hasil uji laboratorium resmi masih menunggu analisis lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti.
kondisi siswa dan penanganan
sebagian siswa mengalami gejala ringan hingga sedang.
mereka langsung mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
kondisi para siswa kini dilaporkan berangsur membaik dan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.
pihak sekolah bersama tenaga medis juga bergerak cepat melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi.
langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian serta mencegah kasus serupa terulang.
imbauan dan evaluasi program mbg
kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
program mbg yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah justru menimbulkan kekhawatiran.
pihak terkait mengimbau agar pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program mbg lebih ditingkatkan.
selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan jika ditemukan gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tertentu.
dampak sosial dan harapan publik
insiden ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa.
mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyediaan dan distribusi makanan bergizi gratis.
keamanan pangan harus menjadi prioritas utama agar tujuan mulia program mbg tidak tercoreng oleh kasus keracunan.
publik juga menekankan pentingnya transparansi hasil pemeriksaan agar masyarakat tetap percaya pada program yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah dasar.