bacakoran.co

Gunung Dukono Erupsi usai Gempa, Abu Vulkanik Capai 4.000 Meter Gegerkan Halmahera Utara

Gunung Dukono erupsi, abu 4.000 meter membumbung. Warga Halmahera diminta waspada dan menjauhi kawah, video erupsi viral di media sosial./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

HALMAHERA UTARA, BACAKORAN.CO – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali menggegerkan warga. 

Setelah gempa tektonik mengguncang Ternate, kini giliran gunung yang dikenal aktif ini menyemburkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter pada Jumat (3/4/2026) sore.

Erupsi Terekam Jelas di Pos Pengamatan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, melaporkan erupsi terjadi sekitar pukul 17.28 WIT. 

BACA JUGA:Wisata Pagar Alam Seru Abis! Eksplor Tanjung Sakti, Bukit Tungguan & Gunung Dempo

Kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal tampak membumbung tinggi, condong ke arah barat laut mengikuti arah angin.

Selain pengamatan visual, erupsi juga terekam seismogram dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi 95,41 detik. 

Data ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih cukup signifikan dan berpotensi berulang.

Status Gunung Masih Waspada

Hingga kini, status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Artinya, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan dapat disertai letusan abu secara periodik.

PGA Dukono mengingatkan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang, pusat erupsi gunung. 

BACA JUGA:Air Laut Surut Pasca Gempa Magnitudo 7,6 di Minahasa Tenggara, Warga Diminta Jauhi Pantai

“Masyarakat agar tidak mendekati kawah dalam radius empat kilometer,” tegas Bambang.

Ancaman Abu Vulkanik

Letusan abu vulkanik yang terjadi secara periodik membuat area terdampak abu tidak tetap, bergantung arah angin. 

Warga di sekitar gunung diimbau selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu.

BACA JUGA:Gempa Dahsyat 7,3 Guncang Bitung, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami!

Gunung Dukono Erupsi usai Gempa, Abu Vulkanik Capai 4.000 Meter Gegerkan Halmahera Utara

Rida Satriani

Rida Satriani


halmahera utara, bacakoran.co – aktivitas vulkanik gunung dukono di kabupaten halmahera utara, maluku utara kembali menggegerkan warga. 

setelah tektonik mengguncang ternate, kini giliran gunung yang dikenal aktif ini menyemburkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter pada jumat (3/4/2026) sore.

erupsi terekam jelas di pos pengamatan

petugas pos pengamatan gunung api (pga) dukono, bambang sugiono, melaporkan terjadi sekitar pukul 17.28 wit. 

kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal tampak membumbung tinggi, condong ke arah barat laut mengikuti arah angin.

selain pengamatan visual, erupsi juga terekam seismogram dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi 95,41 detik. 

data ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih cukup signifikan dan berpotensi berulang.

status gunung masih waspada

hingga kini, status gunung dukono berada pada level ii atau waspada. artinya, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan dapat disertai letusan abu secara periodik.

pga dukono mengingatkan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah malupang warirang, pusat erupsi gunung. 

“masyarakat agar tidak mendekati kawah dalam radius empat kilometer,” tegas bambang.

ancaman abu vulkanik

letusan abu vulkanik yang terjadi secara periodik membuat area terdampak abu tidak tetap, bergantung arah angin. 

warga di sekitar gunung diimbau selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu.

sebelumnya, pada pukul 11.06 wit di hari yang sama, gunung dukono juga sempat erupsi dengan kolom abu setinggi 1.500 meter.

dampak dan kewaspadaan publik

erupsi gunung dukono menambah daftar aktivitas geologi di maluku utara yang belakangan ini cukup intens. 

masyarakat di sekitar kawasan diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan tidak panik. 

pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung untuk memastikan keselamatan warga.

Tag
Share