Tangan Kanan Korban Belum Ditemukan, Di Jari Manis Ada Cincin Emas 3 Suku, Pelaku Pernah Dipenjara
Warga saat menggali kembali lubang yang telah di timbun pelaku. (foto: tangkapan layar)--
Sedangkan ayahnya, Arsan, pensiunan PNS DLLAJ di Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat telah meninggal dunia sekira 6 bulan sebelum kejadian.
Karena itu sebelum peristiwa sadis tersebut, pelaku tinggal berdua bersama almarhum ibunya almarhum Siti Asnawati.
Menurut warga, hampir setiap hari, Ibu dan anak itu terlihat berboncengan sepeda motor pergi ke kebun dan pulang dari kebun dan terlihat selalu rukun.
Sore harinya sepulanh dari kebun, Ahmad Farozi berbaur dengan pemuda desa seperti main voli. Karena itu warga tak menduga jika pelaku tega menghabisi ibunya dengan cara yang sadis.
BACA JUGA:Viral! Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik Berlogo BGN, Benarkah Unit Hanya untuk Jawa Barat?
Iwan Iggalasi mengatakan, diduga korban agak 'cerewet' sehingga sering menasehati korban. Maklum, pelaku adalah satu-satunya anak yang ada di rumah. Diduga ketika menasehati atau memarahi korban di kebun, ucapan korban membuat pelaku emosi.
Warga juga heran mengapa pelaku Ahmad Farozi sampai kecanduan judi online, sebab Desa Karang Dalam sendiri sulit mendapat sinyal internet, kecuali warga yang berlangganan wifi.
Desa Karang Dalam terdiri dari 2 dusun. Jumlah penduduk Desa Karang Dalam sebanyak 300 orang Kepala Keluarga. Mata pencarian penduduk mayoritas sebagai petani.
Warga menduga, jika mendapat uang setelah menjual hasil kebun, pelaku sengaja ke Kota Lahat dan menginap di Hotel. Diduga disanalah pelaku bermain judi online.
BACA JUGA:Pelatih Liverpool Akui Beruntung Hanya Kalah 2-0 Atas PSG
BACA JUGA:PSG Buang Banyak Peluang, Menang 2-0 Atas Liverpool, Kvaratskhelia: Harus Tetap Fokus!
Masih menurut warga, kebiasaan buruk lainnya, tersangka Ahmad Fauzi sering pergi ke tempat hiburan malam yaitu ke beberapa kafe yang tak jauh di desanya. Pelaku disebut-sebut sering ditemani seorang perempuan berambut pirang.
Pelaku juga Sewa Orang Untuk Timbun Jasad Korban
Diwartakan sebelumnya, setelah Siti Anawati dinyatakan sekira 7 hari hilang dari rumah, pencarian terus dilakukan warga.
Secara tak sengaja, 2 orang pemuda desa itu yairu Raju dan Nando menceritakan pernah diminta dan diupah pelaku Ahmad Farozi untuk menggali lubang di kebun korban.