bacakoran.co

Siswa SMP di Siak Tewas Akibat Ledakan Senapan Rakitan saat Ujian Sains, Polisi Selidiki Guru

Ujian sains di SMP Islamic Center Siak berujung tragedi, siswa tewas akibat ledakan senapan rakitan. Polisi periksa guru dan kepala sekolah./Kolase Bacaoran.co--Instagram @feedgramindo dan @riautv

SIAK, BACAKORAN.CO – Ujian sains di SMP Islamic Center Siak berujung tragedi, siswa tewas akibat ledakan senapan rakitan. 

Kasus meninggalnya seorang siswa SMP Sains Tahfiz Islamic Center di Kabupaten Siak, Riau, saat ujian praktik sains kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. 

Kasatreskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, menyebut pihaknya telah memeriksa empat tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah. 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami pelaksanaan kegiatan praktik sains di sekolah, mulai dari kurikulum hingga pengawasan yang diterapkan.

Kronologi Insiden Tragis

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. 

BACA JUGA:Tragis! Pemuda di Siak Tega Habisi Nenek Demi Belikan Motor Baru untuk Pacar

Korban, siswa kelas IX berinisial MA (15), tengah mengikuti ujian praktik sains bersama kelompoknya. 

Dalam ujian tersebut, korban memperagakan sebuah senapan rakitan berbasis 3D yang dibuatnya sendiri. 

Sebelum percobaan dilakukan, siswa lain diminta menjauh. 

Namun, saat senapan digunakan, alat itu mengeluarkan asap dan tiba-tiba meledak.

Ledakan tersebut memicu kepanikan di ruang kelas. 

Serpihan plastik, potongan besi, dan bubuk hitam berhamburan mengenai dinding aula serta tubuh korban. 

MA mengalami luka parah di bagian kepala. 

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Barang Bukti Diamankan

Siswa SMP di Siak Tewas Akibat Ledakan Senapan Rakitan saat Ujian Sains, Polisi Selidiki Guru

Rida Satriani

Rida Satriani


siak, bacakoran.co – ujian sains di smp islamic center siak berujung tragedi, siswa akibat ledakan senapan rakitan. 

kasus meninggalnya seorang sains tahfiz islamic center di kabupaten siak, riau, saat ujian praktik sains kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. 

kasatreskrim polres siak, akp dr. raja kosmos parmulais, menyebut pihaknya telah memeriksa empat tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah. 

pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami pelaksanaan kegiatan praktik sains di sekolah, mulai dari kurikulum hingga pengawasan yang diterapkan.

kronologi insiden tragis

peristiwa nahas itu terjadi pada rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 wib. 

korban, siswa kelas ix berinisial ma (15), tengah mengikuti ujian praktik sains bersama kelompoknya. 

dalam ujian tersebut, korban memperagakan sebuah senapan rakitan berbasis 3d yang dibuatnya sendiri. 

sebelum percobaan dilakukan, siswa lain diminta menjauh. 

namun, saat senapan digunakan, alat itu mengeluarkan asap dan tiba-tiba meledak.

ledakan tersebut memicu kepanikan di ruang kelas. 

serpihan plastik, potongan besi, dan bubuk hitam berhamburan mengenai dinding aula serta tubuh korban. 

ma mengalami luka parah di bagian kepala. 

ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

barang bukti diamankan

polisi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp). 

sejumlah barang bukti berupa serpihan plastik, potongan besi, serta bubuk hitam dari alat rakitan tersebut diamankan. 

semua barang bukti akan dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

“kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas akp raja kosmos.

pemeriksaan saksi dan langkah lanjutan

selain memeriksa pihak sekolah, polisi juga akan memanggil sejumlah saksi, termasuk siswa yang berada di lokasi kejadian. 

tujuannya untuk mengungkap kronologi secara detail dan memastikan faktor penyebab insiden. 

hingga kini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak berwenang.

insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan agar lebih memperhatikan standar keamanan dalam setiap kegiatan eksperimen atau praktik sains.

dengan adanya penyelidikan mendalam, masyarakat menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti ledakan yang merenggut nyawa seorang pelajar. 

kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pendidikan.

Tag
Share