Mencekam! Kebakaran Hebat Guncang Sabah, Kemlu Ri Ungkap Kondisi WNI Di Pusat Evakuasi
Ilustrasi, Tragedi kebakaran hebat hanguskan ribuan rumah panggung di Sandakan, Malaysia, sisakan kepulan asap di desa air.--Generate AI
BACAKORAN.CO – Bencana kebakaran dahsyat kembali melanda permukiman padat penduduk di pesisir Sabah, Malaysia.
Sekitar seribu unit rumah apung di Sandakan ludes dilahap si jago merah pada Minggu dini hari, 19 April 2026, memaksa lebih dari sembilan ribu warga kehilangan tempat tinggal seketika.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa terdapat Warga Negara Indonesia yang turut terdampak dalam musibah berskala besar ini.
Berdasarkan data yang dihimpun dari media sosial, tragedi ini menghancurkan hampir seluruh rumah di kawasan desa air tersebut dari total seribu dua ratus unit yang ada.
BACA JUGA:KPK Mulai Endus 8 Potensi Korupsi MBG, Tranparansi dan Akuntabilitas Lemah, KKN di Mitra SPPG
BACA JUGA:China Mulai Gerah Soal Langit Indonesia Bebas Dilintasi Pesawat Amerika, Ingatkan Soal Piagam ASEAN
Meski kerugian material sangat masif dan memilukan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini.
Beberapa warga dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah dievakuasi ke pusat penampungan sementara untuk mendapatkan penanganan medis.
Terkait status WNI, pihak berwenang menyebutkan bahwa WNI yang menjadi korban di lokasi kejadian mayoritas adalah mereka yang telah menikah dengan warga negara Malaysia dan menetap lama di pesisir tersebut.
Menyikapi krisis ini, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu langsung bermanuver cepat ke lapangan.
BACA JUGA:Viral Sistem Deteksi Pengadaan Aneh di Komdigi Tembus Miliaran, Abil: Paling Aneh!
Mengutip keterangan dari Okezone, fokus utama pemerintah Indonesia saat ini adalah berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk mendapatkan data yang akurat terkait jumlah pasti warga kita yang terdampak.
"Saat ini, fokus utama Pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak," ujar Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan kepada media, pada Senin (20/4/2026).