Taktik Licik AS Terbongkar? Parlemen Iran Sebut Gencatan Senjata Trump Tak Berguna
Iran boikot perundingan di Islamabad dan tolak perpanjangan gencatan senjata AS. --
"Selain itu, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan taktik untuk menunda dan mempersiapkan serangan mendadak. Saatnya Iran mengambil inisiatif," kata Mohammadi, memberikan peringatan keras akan langkah proaktif dari armada militer Iran.
Sebelum pengumuman dadakan dari pihak AS ini mencuat, delegasi Iran sebenarnya sudah mengambil sikap mutlak.
Mereka menolak berpartisipasi dalam perundingan damai putaran kedua yang sedianya dijadwalkan bergulir di Islamabad, Pakistan.
BACA JUGA:Iran vs Trump Makin Memanas, Blokade Kapal dan Pelabuhan Picu Krisis Energi!
Penolakan tersebut langsung dikomunikasikan kepada pihak AS melalui Pakistan selaku negara mediator.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Tasnim pada 21 April waktu setempat, Teheran menilai bahwa duduk di meja perundingan dalam kondisi saat ini hanya akan membuang waktu secara sia-sia.
Laporan dari Tasnim membeberkan alasan fundamental di balik mundurnya Iran dari perundingan diplomatik.
"Akibat hambatan dari pihak AS, tidak ada prospek untuk mencapai kesepakatan yang layak, dan Iran dengan tegas menyatakan tidak akan masuk melalui jalur yang ditawarkan Amerika," tulis laporan tersebut secara lugas.
Faktor utama kegagalan dialog ini didorong oleh tuntutan luar biasa dari AS yang dianggap melampaui kerangka awal kesepakatan yang pernah dibahas.
Ditambah lagi respons bermusuhan Washington terhadap wacana pembukaan Selat Hormuz membuat posisi Iran semakin mengeras.