Pilu! Harta Masa Tua Rp400 Juta Raib, Catatan Terakhir Ayah Meyden Bikin Netizen Menangis
Kisah pilu Meyden temukan catatan terakhir ayah yang meninggal sendirian.--Instagram
BACAKORAN.CO - Kabar duka yang menyelimuti kreator konten Meyden kini menyisakan sebuah luka mendalam setelah ia menemukan catatan terakhir milik mendiang sang ayah.
Ayah Meyden diketahui meninggal dunia dalam kondisi sendirian di rumah akibat terjatuh, dan meninggalkan sebuah tulisan tangan yang membongkar dugaan penipuan uang masa tua sebesar Rp400 juta.
Melalui unggahan di media sosial pada tanggal 23 April 2026, Meyden membagikan rasa kaget dan kecewanya kepada para pengikutnya.
Meyden memperlihatkan sebuah catatan sederhana dari sang ayah yang memuat doa dan harapan agar uang pinjaman senilai ratusan juta rupiah bisa dikembalikan.
BACA JUGA:PP Nomor 9 Tahun 2026 Terbit! Inilah Skema Gaji ke 13 PNS dan PPPK yang Dipastikan Cair Awal Juni
Tulisan tersebut secara gamblang menyebutkan sebuah nama yang diduga membawa kabur sisa tabungan hari tua mendiang.
"Ya Allah tolong bukakan pintu hati saudara Edwar Aidi untuk mengembalikan uang aku yang dia pinjam sebanyak Rp400 juta," bunyi tulisan mendiang ayah Meyden dalam unggahan tersebut.
Menemukan fakta tersebut, Meyden meluapkan kekecewaannya melihat sang ayah yang sudah renta dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Pas diperiksa ditemuin catatan papaku yang kayak gini. Tega banget sama orang tua. Menipu orang tua yang polos," ungkapnya penuh emosi melalui platform media sosial pribadinya.
BACA JUGA:TMMD Kodim 0420/OKI Buka Akses Jalan Baru, Pelancar Distribusi Hasil Pertanian
Sang ayah awalnya berniat mengamankan dana tersebut dalam skema deposito agar bisa menerima pemasukan pasif setiap bulan.
Namun, kenyataan pahit harus diterima ketika dana tersebut justru lenyap.
"Betul yang aku pernah dengar buat deposito gitu. Tiap bulan dapet uang dari depo Rp400 juta itu. Tapi uangnya dibawa kabur, aku pun nggak tahu orangnya yang mana," jelas Meyden.
Meski harus menelan pil pahit melihat sisa harta orang tuanya raib, Meyden berusaha keras untuk tetap tegar.