bacakoran.co

Pilu! Harta Masa Tua Rp400 Juta Raib, Catatan Terakhir Ayah Meyden Bikin Netizen Menangis

Kisah pilu Meyden temukan catatan terakhir ayah yang meninggal sendirian.--Instagram

Sebagai sosok anak yang tangguh, ia menegaskan bahwa dirinya mampu mencukupi kebutuhan sang ayah dari hasil kerjanya sendiri selama ini.

BACA JUGA:Reuni Jenderal Besar! Alasan Sjafrie Sjamsoeddin Panggil Eks Panglima TNI ke Kantor Kemhan

"Dan yang menyakitkan hanya itulah uang sisa-sisa papa untuk di masa tuanya. Tapi Allah kasih aku rezeki yang banyak, jadi papa punya aku untuk kehidupan sehari-hari," tuturnya penuh ketegaran.

Selain masalah hilangnya uang, duka terbesar yang membekas adalah kenyataan bahwa sang ayah menghembuskan napas terakhir tanpa ditemani siapa pun.

Membiarkan lansia dengan riwayat kesehatan menurun tinggal sendiri memiliki risiko tinggi, terutama terkait insiden fatal di dalam rumah.

Meyden menjelaskan bahwa sejak 2 April, sang ayah tinggal sendirian di rumah. Kecurigaan keluarga bermula ketika aktivitas komunikasi sang ayah di aplikasi WhatsApp terhenti mendadak selama beberapa hari.

BACA JUGA:Diajak Jalan, Dibawa ke Penginapan, Dicekoki Miras, Siswi SMA Digilir 3 Teman

"Kita suruh suami kakak untuk cek ke rumah, ternyata papa sudah meninggal karena jatuh. Yang selalu buatku sedih papa meninggal dalam keadaan sendirian," ungkapnya.

Banyak pihak yang mungkin bertanya mengapa sang ayah tidak dibawa serta ke Jakarta usai Lebaran.

Menjawab hal ini, kondisi kesehatan medis menjadi faktor penentu utama.

"Nggak bisa. Papa nggak kuat di perjalanan karena dia suka sesak nafas kalau perjalanan jauh. Dia maunya rebahan dan di rumah emang dia lagi sehat-sehat aja," tandas Meyden meluruskan segala asumsi.

Pilu! Harta Masa Tua Rp400 Juta Raib, Catatan Terakhir Ayah Meyden Bikin Netizen Menangis

Firman

Eko


bacakoran.co - kabar duka yang menyelimuti kreator konten kini menyisakan sebuah luka mendalam setelah ia menemukan catatan terakhir milik mendiang sang ayah.

ayah meyden diketahui meninggal dunia dalam kondisi sendirian di rumah akibat terjatuh, dan meninggalkan sebuah tulisan tangan yang membongkar dugaan penipuan uang masa tua sebesar rp400 juta.

melalui unggahan di media sosial pada tanggal 23 april 2026, meyden membagikan rasa kaget dan kecewanya kepada para pengikutnya.

meyden memperlihatkan sebuah catatan sederhana dari sang ayah yang memuat doa dan harapan agar uang pinjaman senilai ratusan juta rupiah bisa dikembalikan.

tulisan tersebut secara gamblang menyebutkan sebuah nama yang diduga membawa kabur sisa tabungan hari tua mendiang.

"ya allah tolong bukakan pintu hati saudara edwar aidi untuk mengembalikan uang aku yang dia pinjam sebanyak rp400 juta," bunyi tulisan mendiang ayah meyden dalam unggahan tersebut.

menemukan fakta tersebut, meyden meluapkan kekecewaannya melihat sang ayah yang sudah renta dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"pas diperiksa ditemuin catatan papaku yang kayak gini. tega banget sama orang tua. menipu orang tua yang polos," ungkapnya penuh emosi melalui platform media sosial pribadinya.

sang ayah awalnya berniat mengamankan dana tersebut dalam skema deposito agar bisa menerima pemasukan pasif setiap bulan.

namun, kenyataan pahit harus diterima ketika dana tersebut justru lenyap.

"betul yang aku pernah dengar buat deposito gitu. tiap bulan dapet uang dari depo rp400 juta itu. tapi uangnya dibawa kabur, aku pun nggak tahu orangnya yang mana," jelas meyden.

meski harus menelan pil pahit melihat sisa harta orang tuanya raib, meyden berusaha keras untuk tetap tegar.

sebagai sosok anak yang tangguh, ia menegaskan bahwa dirinya mampu mencukupi kebutuhan sang ayah dari hasil kerjanya sendiri selama ini.

"dan yang menyakitkan hanya itulah uang sisa-sisa papa untuk di masa tuanya. tapi allah kasih aku rezeki yang banyak, jadi papa punya aku untuk kehidupan sehari-hari," tuturnya penuh ketegaran.

selain masalah hilangnya uang, duka terbesar yang membekas adalah kenyataan bahwa sang ayah menghembuskan napas terakhir tanpa ditemani siapa pun.

membiarkan lansia dengan riwayat kesehatan menurun tinggal sendiri memiliki risiko tinggi, terutama terkait insiden fatal di dalam rumah.

meyden menjelaskan bahwa sejak 2 april, sang ayah tinggal sendirian di rumah. kecurigaan keluarga bermula ketika aktivitas komunikasi sang ayah di aplikasi whatsapp terhenti mendadak selama beberapa hari.

"kita suruh suami kakak untuk cek ke rumah, ternyata papa sudah meninggal karena jatuh. yang selalu buatku sedih papa meninggal dalam keadaan sendirian," ungkapnya.

banyak pihak yang mungkin bertanya mengapa sang ayah tidak dibawa serta ke jakarta usai lebaran.

menjawab hal ini, kondisi kesehatan medis menjadi faktor penentu utama.

"nggak bisa. papa nggak kuat di perjalanan karena dia suka sesak nafas kalau perjalanan jauh. dia maunya rebahan dan di rumah emang dia lagi sehat-sehat aja," tandas meyden meluruskan segala asumsi.

Tag
Share