Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 7 Orang Tewas dan 74 Terluka Akibat KA Argo Bromo Seruduk KRL Tujuan Cikarang
7 Orang Tewas dan 74 Terluka Akibat KA Argo Bromo Seruduk KRL Tujuan Cikarang--
Adapun beberapa korban dilaporkan masih terjebak di gerbong KRL dan masih proses evakuasi hingga Selasa dini hari.
“Prioritas utama kami malam ini adalah keselamatan dan penanganan korban. Semua harus tertangani cepat dan tepat,” ujar Wali Kota di lokasi.
BACA JUGA:Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Thailand: Crane Proyek Roboh, Puluhan Penumpang Jadi Korban
Wali Kota memastikan Pemerintah Kota Bekasi telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat, termasuk dukungan tenaga kesehatan, fasilitas ambulans, hingga koordinasi rujukan rumah sakit.
“Kami tidak ingin ada korban yang terlambat tertangani,' tegasnya.
Semua rumah sakit di sekitar lokasi sudah kami siagakan untuk menerima korban,” tegasnya.
Sementara Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba menyampaikan pihaknya menyiagakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan contact center dengan nomor 121.
“Ini kami juga menyiapkan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur supaya keluarga dapat menghubungi kami juga, baik melalui contact center 121 ataupun melalui info posko di Stasiun Bekasi Timur,” jelas dia.
Tragedi kecelakaan di stasiun Bekasi Timur senin malam membuat banyak penumpang histeris.
BACA JUGA:Miris! Sampah Setinggi 2,5 Meter Menumpuk di Pinggir Rel Kereta Duren Jaya Bekasi, Ini Penyebabnya
Dari beberapa video yang beredar di lini masa tampak ratusan penumpang KRL terjebak didalam rangkaian gerbong kereta setelah sebelumnya ditabrak kereta Argo Bromo dari arah belakang.
Korban terbanyak dari gerbong khusus wanita yang terlihat hancur dan banyak penumpang terjepit.
Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad setelah kejadian mendatangi lokasi dan menyampaikan bahwa semua korban akan mendapatkan layanan gratis kesehatan dari pemrintah dan meminta pihak KAI segera melakukan investigasi.