Tangkap 5 Anak Punk yang Curi 163 Rolling Door Kios Pasar Inpres Muara Enim, Kerugian Capai Rp 834 Juta
Keterangan Pers Polres Muara Enim mengenai ungkap kasus pencurian 163 rolling door dan 24 pintu toilet pasar inpres. (foto : tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO -- Satuan Reserse Polres Muara Enim Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus hilangnya aset negara berupa 163 unit rolling door petak kios di Pasar Inpres Muara Enim serta 24 unit pintu toilet pasar tersebut.
Polisi menangkap 6 orang yang terdiri dari 5 pelaku dan 1 penadah. Para pelaku ternyata merupakan anak jalanan atau biasa disebut anak punk yang selama ini kerap berada di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.
Bahkan sebelum melakukan pencurian, para pelaku sudah lama menjadikan lantai 3 Pasar Inpres Muara Enim sebagai tempat tinggal.
Para pelaku yang berhasil ditangkap berinisial HA, IA, EW , IA dan RS. Untuk satu penadah yang ditangkap berisial NF. Polisi juga masih memburu 2 pelaku lainnya.
BACA JUGA:PT KAI Berhasil Amankan Aset Negara
BACA JUGA:Owner Resto Kemang Nabilah O'Brien Jadi Tersangka usai Unggah CCTV dan Lapor Pencurian, DPR Turun Tangan
Keterangan itu disampaikan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra didampingi Kasat Reskrim AKP M Andrian dalam jumpa pers yang dihadiri Bupati Muara Enim, H Edison SH MHum.
"Jadi mereka ini melakukan tindak pidana ini secara bersama-sama yaitu dengan cara mencongkel menggunakan obeng. Lalu rolling door tersebut ditarik, kemudian diturunkan (dari pasar inpres) lalu dirusak menggunakan obeng dan kayu. Setelah dirusak kemudian dimasukkan ke dalam karung lalu di jual ke penadah,"jelas AKP M Andrian.
Aksi pencurian itu dilakukan secara bertahap sejak Februari, Maret hingga April 2026. Para pelaku melakukan pencurian secara bergantian.
Ditambahkannya, rolling door itu kemudian dijual rata-rata ke penadah 1 KG Rp 20.000. " Kerugian material kejadian ini kurang lebih Rp 834.800.000,"bebernya.
BACA JUGA:5 Laga Final! Borneo FC Semakin Antusias Jaga Kans Juara Super League
BACA JUGA:Bantah Warga Berkerumun! Kesaksian Asisten Masinis Tabrakan Kereta Maut Bekasi Sempat Hubungi Pusat Kendali
Masih kata Andrian, motiv para pelaku melakukan pencurian karena kondisi ekonomi, untuk makan sehari-hari dan untuk membeli miras
Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra mengatakan, setelah mendapat laporan dari Pemkab Muara Enim mengenai hilangnya 163 rolling dan 24 pintu toilet Pasar Inpres, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan.
"Untuk 2 pelaku lagi masih kita lakukan pengejaran, sudah kita terbitkan DPO, mudah-mudahan dalam beberapa waktu kedepan bisa kita tangka,"katanya.
Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat kabupaten Muara Enim apabila mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku, bisa melaporkannya ke Polres Muara Enim.
BACA JUGA:Updated Terbaru Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 14 Orang Tewas 84 Luka Berat dan Ringan
BACA JUGA:Daftar Identitas Korban Kecelakaan Maut Kereta Api Argo Bromo dan Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Tengah..
"Kami juga minta tolong bantuan dari masyarakat, yang daerahnya terdapat aset-aset pemerintah, kita saling menjaga. Apalagi yang mencerigakan, takut untuk menindaknya, bisa laporkan ke polisi,"katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Muara Enim H Esdison SH berterimakasih kepada semua pihak atas telah tertangkapnya para pelaku.
"Peristiwa beberapa minggu yang lalu yang awal mulanya saya justru mendapat informasi dari teman-teman Pers, teman-teman LSM yang menginformasikan kepada saya tentang adanya aset daerah, berupa rollingdoor Pasar Inpres yang jumlahnya tidak tanggung tanggung mencapai 163 unit dan 24 pintu toilet.
"Dalam kesempatan ini, kami atas nama pemerintah Kabupaten Bupatan Muara Enim mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres Muara Enim beserta jajaran,"katanya.
BACA JUGA:Pasien Rawat Inap di RS AR Bunda Prabumulih Tewas Tergantung di Kamar Mandi
BACA JUGA:8 Kode Promo Gojek Akhir April 2026, Diskon Kombo GoFood, GoRide dan GoCar Rp20 Ribu
"Tanpa kesigapan dari jajaran Bapak Kapolres, mungkin kita lama akan menemukan pelakunya,"imbuh Edison.
Ditambahkannya, kerjasama Pemkab Muara Enim dan Polres Muara Enim tidak hanya terbatas masalah menangkap pencurian tetapi juga masih ada beberapa masalah aset yang dikoordinasikan.
"Saya ingin kasus ini adalah kejadian yang terakhir, tidak ada terjadi lagi hal-hal serupa. Oleh karena itu, informasi dari pihak manapun terutama dari rekan-rekan pers yang begitu jeli untuk mendapatkan informasi dan memberitakan, kami sangat terbantu,"ujarnya.