Edan! Gubernur Kaltim Anggarkan Rp450 Juta Untuk Laundry Setahun? Netizen : Bisa Untuk Nyuci Satu RT
Biaya laundry 37 5 juta per bulan pakaian kepala daerah kaltim--
BACAKORAN.CO - Tak hentinya hentinya Pemprov Kaltim bikin heboh. Kali ini masyarakat dibuat takjub dengan anggaran laundry yang super mahal. Ya, Pemprov Kaltim menganggarkan dana sebesar Rp450 juta untuk keperluan laundry Gubernur Kaltim untuk pagu satu tahun. Hal ini tentu memantik reaksi panas oleh netizen di sosial media.
Netizen menyebut anggaran Rp450 juta untuk jasa laundry Gubernur Kaltim satu tahun adalah bentuk pemborosan anggaran.
Netizen menyebut anggaran sebesar itu bisa digunakan untuk mencuci baju 1 RT.
Jika dibreakdownm anggaran laundry Gubernur Kaltim dalam sehari sebesar Rp1.250.000 atau Rp37.500.000 untuk satu bulan.
Anggaran cuci baju (laundry) sebesar Rp450 juta per tahun di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini tengah viral karena tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) untuk tahun anggaran 2026.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menjadi perhatian publik terkait alokasi anggaran sebesar Rp 450 juta yang disebut untuk jasa pencucian pakaian kepala daerah.
BACA JUGA:Heboh Kelapa Muda Jadi Menu MBG di Muara Badak Kaltim, Polres dan SPPG Beri Klarifikasi
Pihak Pemprov menegaskan, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi gubernur.
Plt. Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim berdalih bahwa angka tersebut merupakan alokasi untuk kebutuhan satu tahun penuh.
Selain pakaian, biaya tersebut diklaim mencakup pencucian perlengkapan lain seperti karpet dan gorden di gedung-gedung pemerintahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menjelaskan angka senilai Rp 450 juta yang tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) memang menggunakan istilah “belanja jasa pencucian kepala daerah”.
Namun, istilah tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan penggunaan anggaran yang sebenarnya.
"Kalau di RUP memang tertulis pencucian pakaian kepala daerah. Tapi sebenarnya itu untuk kebutuhan rumah tangga di rumah jabatan, bukan hanya pakaian gubernur," jelas Astri.
Ia memaparkan, anggaran tersebut dipakai untuk mendukung operasional sejumlah fasilitas di kompleks Kegubernuran Kalimantan Timur, termasuk enam gedung yang aktif digunakan.