Edan! Ternyata ini Modus Siswa SMA Inisial DRA Gunakan Joki AI untuk Edit 700 Foto Siswi Tanpa Busana
Kasus pelecehan AI oleh siswa SMA berinisial DRA viral. Ratusan foto siswi diedit tanpa busana. --Thread
BACAKORAN.CO - Kasus pelecehan AI yang melibatkan seorang siswa SMA berinisial DRA kini tengah menjadi sorotan utama di media sosial.
Terduga pelaku yang diketahui menjabat sebagai ketua OSIS ini nekat memanipulasi foto ratusan siswi menjadi gambar tanpa busana menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Insiden mengerikan ini memicu amarah warganet setelah kronologi lengkapnya dibongkar di platform Threads, mengungkap fakta betapa rentannya privasi digital bagi para remaja saat ini.
Kabar ini mencuat melalui unggahan akun Threads @dianwisnu16 pada tanggal 6 Mei 2026.
BACA JUGA:Sempat Kabur ke Jakarta, Kyai Cabul Ponpes Pati Akhirnya Dicokok Polisi Pagi Buta
Utas yang telah meraup lebih dari 12.171 tayangan tersebut membeberkan tindakan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh DRA.
Penggunaan AI dalam kejahatan siber seperti ini menunjukkan penyalahgunaan teknologi tingkat tinggi yang sangat merugikan.
"Please banget ini sih sudah terlalu jauh ya! Kalau jauhnya sampai ke Negeri Cina sih gapaapa asal buat BELAJAR!" tulis akun @dianwisnu16.
Berdasarkan penelusuran fakta dari komentar netizen, terungkap bahwa DRA mengumpulkan gambar korban menggunakan akun kedua dari berbagai kalangan, mulai dari teman seangkatan, kakak kelas hingga teman dekat sejak SMP dan SMA.
BACA JUGA:Tragedi Maut Jalur Lintas, Daftar Lengkap Identitas Korban Meninggal dan Selamat Bus ALS Muratara
Mengejutkannya manipulasi tersebut dilakukan dengan menyewa jasa pihak ketiga.
"kak itu dia ngelakuin pelecehan ke banyak siswi, sampe ada beberapa sekolah juga kalo dari infonya dia ngedit foto cewe cewe dibuat tlnjng untuk pmo sampe 700 foto kurang lebih gitu tapi pake joki, terus jokian nya ga dibayar sampe akhirnya tukang joki itu ngadu ke pemilik foto," tulis akun @amandaatiwi.
Fakta bahwa bukti yang ketahuan ada 700 foto merupakan sebuah angka yang sangat fantastis sekaligus mengkhawatirkan untuk kasus kejahatan siber di tingkat sekolah, yang ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2024.
Publik pun dibuat geram, mengingat terduga pelaku memiliki posisi penting di sekolahnya.