bacakoran.co

Senggolan Joget Berujung Petaka, Ini Kronologi Oknum TNI Tembak Sesama Tentara di Kafe Palembang Hingga Tewas

Berawal dari senggolan tragedi berdarah di Kafe Panhead Palembang Anggota TNI tewas ditembak sesama aparat--Twiter

BACAKORAN.CO – Sebuah tragedi berdarah mengejutkan warga Palembang ketika 2 anggota TNI terlibat perkelahian maut yang berujung pada aksi saling tembak di Kafe Panhead.

Insiden tragis TNI tembak sesama di Palembang ini terjadi pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 02.30 WIB, yang diduga kuat dipicu oleh hal sepele, yakni bersenggolan saat mereka asyik berjoget.

Berdasarkan informasi yang beredar luas dan viral dari platform media sosial X, akun bernama Never dengan nama pengguna @neVerAl0nely___ mengunggah narasi kejadian perkara ini pada tanggal 16 Mei 2026.

Dari informasi membeberkan bahwa korban adalah anggota Kesehatan Daerah Militer II/Sriwijaya berinisial Pe, usia 23 tahun, yang tewas di tangan terduga pelaku berinisial Ro, usia 23 tahun dari satuan Raider.

BACA JUGA:Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara! Hotman Paris Ungkap 3 Bukti Sang Mantan Menteri Tak Bersalah

Merujuk pada data saksi mata di lokasi kejadian keributan pecah ketika terduga pelaku Ronal menghampiri korban Periskal yang sedang menikmati alunan musik.

Senggolan tak terelakkan terjadi di lantai dansa, memicu perkelahian hebat di antara 2 abdi negara tersebut.

Situasi semakin tidak terkendali ketika pelaku Ronal diduga dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya di tempat kejadian perkara.

Dalam keadaan terdesak akibat pengeroyokan tersebut, pelaku seketika mencabut senjata api dari pinggangnya dan langsung melepaskan 1 kali tembakan mematikan yang bersarang tepat di bagian perut kanan korban.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Permata pada pukul 03.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis secara gawat darurat di ruang IGD.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Nadiem Makin Janggal! Pakar Hukum Sentil Keras Mengapa Presiden Justru Absen

Namun sayang nyawa Periskal tidak dapat diselamatkan setelah tim medis memberikan tindakan medis dan menyatakan ia telah meninggal dunia akibat luka tembak yang fatal.

Reaksi Keras Warganet Menyoroti Disiplin Aparat

Insiden tragis ini langsung memicu reaksi beragam dari para warganet di platform X.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana prosedur operasi standar terkait penguasaan senjata api di tempat umum.

Senggolan Joget Berujung Petaka, Ini Kronologi Oknum TNI Tembak Sesama Tentara di Kafe Palembang Hingga Tewas

Steve

Asep


bacakoran.co – sebuah tragedi mengejutkan warga palembang ketika 2 anggota tni terlibat perkelahian maut yang berujung pada aksi saling tembak di kafe panhead.

tni tembak sesama di palembang ini terjadi pada hari sabtu, 16 mei 2026, sekitar pukul 02.30 wib, yang diduga kuat dipicu oleh hal sepele, yakni bersenggolan saat mereka asyik berjoget.

berdasarkan informasi yang beredar luas dan viral dari platform media sosial x, akun bernama never dengan nama pengguna @neveral0nely___ mengunggah narasi kejadian ini pada tanggal 16 mei 2026.

dari informasi membeberkan bahwa korban adalah anggota kesehatan daerah militer ii/sriwijaya berinisial pe, usia 23 tahun, yang tewas di tangan terduga pelaku berinisial ro, usia 23 tahun dari satuan raider.

merujuk pada data saksi mata di lokasi kejadian keributan pecah ketika terduga pelaku ronal menghampiri korban periskal yang sedang menikmati alunan musik.

senggolan tak terelakkan terjadi di lantai dansa, memicu perkelahian hebat di antara 2 abdi negara tersebut.

situasi semakin tidak terkendali ketika pelaku ronal diduga dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya di tempat kejadian perkara.

dalam keadaan terdesak akibat pengeroyokan tersebut, pelaku seketika mencabut senjata api dari pinggangnya dan langsung melepaskan 1 kali tembakan mematikan yang bersarang tepat di bagian perut kanan korban.

korban segera dilarikan ke rumah sakit permata pada pukul 03.30 wib untuk mendapatkan penanganan medis secara gawat darurat di ruang igd.

namun sayang nyawa periskal tidak dapat diselamatkan setelah tim medis memberikan tindakan medis dan menyatakan ia telah meninggal dunia akibat luka tembak yang fatal.

reaksi keras warganet menyoroti disiplin aparat

insiden tragis ini langsung memicu reaksi beragam dari para warganet di platform x.

banyak yang mempertanyakan bagaimana prosedur operasi standar terkait penguasaan senjata api di tempat umum.

"ahh kenakalan doang itu mah ga usah dibesar-besarin," tuli @dkurday.

"lagi....tni lagi, ada apa dengan tni skrg?," tambah @faraz_kepri.

"itu pangkat apa..? kok bisa bawa beceng...gak sembarangan lho bisa bawa beceng....orang udah teknologi perang yg di lakukan, ini gara2 joget maen tembak, emang kencleng itu yg maen tembak....tinggal nunggu pecat dan hukum mati," senggol cuitan @rayanorino.

terakhir, akun budiawit9wiryo turut menyampaikan harapannya mengenai kualitas angkatan bersenjata dengan mengatakan, "impian rakyat indonesia itu punya tentara seperti tentara iran."

Tag
Share