bacakoran.co

Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman

Rupiah Anjlok kembali ramai Respon Lawas Prabowo Terkait Kondisi Moneter Negara Disorot hingga sebut masyarakat desa aman tanpa dolar--AI

BACAKORAN.CO – Rupiah anjlok sangat tajam hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka Rp 17.600 per Dolar AS, memicu kepanikan luar biasa di berbagai sektor ekonomi nasional hingga kegaduhan publik setelah pernyataan Prabowo sebut desa aman tanpa dolar.

Di tengah ancaman krisis ini Presiden Prabowo Subianto justru memberikan pernyataan mengejutkan dengan menyebut bahwa masyarakat pedesaan tidak akan terdampak parah karena tidak bertransaksi menggunakan dolar.

Sikap optimis ini langsung menuai gelombang kritik dari masyarakat yang membeberkan fakta ketergantungan impor bahan pokok serta menyoroti jejak digital sang presiden di masa lalu.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp 17.600 per Dolar AS menjadi sorotan utama nasional. Namun, Presiden Prabowo menepis anggapan suram terkait ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara! Hotman Paris Ungkap 3 Bukti Sang Mantan Menteri Tak Bersalah

Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu 16 Mei 2026, ia meyakinkan publik bahwa kondisi negara tetap stabil di tengah kepanikan global.

"Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos... Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," tegas Prabowo.

Ia juga menambahkan, "Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke."

Keyakinan serupa kembali dilontarkan pada acara peresmian 1.061 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di hari yang sama. Ia menyatakan perekonomian diurus dengan baik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kau khawatir. Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar," ucap Prabowo.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Nadiem Makin Janggal! Pakar Hukum Sentil Keras Mengapa Presiden Justru Absen

Pernyataan ini ditujukan untuk menenangkan publik, menegaskan bahwa fundamental ekonomi domestik masuk kategori kuat meski transaksi yang menggunakan mata uang asing terpukul sangat keras.

Reaksi Keras Netizen Dan Fakta Efek Domino Impor

Bagi kamu yang aktif memantau lini masa X, respons masyarakat nyata berbanding terbalik dengan narasi optimisme pemerintah.

Netizen menilai pernyataan tersebut sebagai simplifikasi masalah yang mengabaikan realitas ekonomi riil.

Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman

Kurni

Tri


bacakoran.co – rupiah anjlok sangat tajam hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka rp 17.600 per dolar as, memicu kepanikan luar biasa di berbagai sektor ekonomi nasional hingga kegaduhan publik setelah pernyataan prabowo sebut desa aman tanpa dolar.

di tengah ancaman krisis ini presiden prabowo subianto justru memberikan pernyataan mengejutkan dengan menyebut bahwa masyarakat pedesaan tidak akan terdampak parah karena tidak bertransaksi menggunakan dolar.

sikap optimis ini langsung menuai gelombang kritik dari masyarakat yang membeberkan fakta ketergantungan impor bahan pokok serta menyoroti jejak digital sang presiden di masa lalu.

pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka rp 17.600 per dolar as menjadi sorotan utama nasional. namun, presiden prabowo menepis anggapan suram terkait ekonomi indonesia.

saat meresmikan museum marsinah di nganjuk, jawa timur pada sabtu 16 mei 2026, ia meyakinkan publik bahwa kondisi negara tetap stabil di tengah kepanikan global.

"saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar indonesia akan collapse, akan chaos... orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," tegas prabowo.

ia juga menambahkan, "pangan aman, energi aman, banyak negara panik, indonesia masih oke."

keyakinan serupa kembali dilontarkan pada acara peresmian 1.061 koperasi desa atau kelurahan merah putih di hari yang sama. ia menyatakan perekonomian diurus dengan baik oleh menteri keuangan purbaya yudhi sadewa.

"selama purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kau khawatir. mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar," ucap prabowo.

pernyataan ini ditujukan untuk menenangkan publik, menegaskan bahwa fundamental ekonomi domestik masuk kategori kuat meski transaksi yang menggunakan mata uang asing terpukul sangat keras.

reaksi keras netizen dan fakta efek domino impor

bagi kamu yang aktif memantau lini masa x, respons masyarakat nyata berbanding terbalik dengan narasi optimisme pemerintah.

netizen menilai pernyataan tersebut sebagai simplifikasi masalah yang mengabaikan realitas ekonomi riil.

ketergantungan indonesia pada bahan baku impor menggunakan dolar as akan menciptakan efek domino, menaikkan harga pangan seperti kedelai untuk tempe dan gandum, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat pedalaman.

analisis ekonomi membuktikan bahwa pelemahan mata uang berdampak langsung pada rantai pasok logistik dan biaya produksi pertanian dari hulu ke hilir.

berbagai komentar pedas membanjiri jagat maya menyikapi pernyataan tersebut.

"kalo buzzer yang ngomong begini gw akan amat sangat maklum. tapi klo presiden yang ngomong yaudah wasalam aja deh. apes ni negara," tulis @muarateduh.

kritik tajam tak kalah menohok datang dari publik dengan 206.000 tayangan dalam 20 jam.

"aku tahu dia inkompeten jadi presiden. tapi gak nyangka aja kalau sekosong-momplong ini," tulis @alfinrizalisme.

pengguna lain turut memberikan edukasi ekonomi ringkas yang viral dilihat 170.000 kali dalam 19 jam.

"rakyat desa memang gapake dollar buat transaksi pak, tapi kedelai masih impor, gandum masih impor artinya kalo impor itu bayarnya ya pake usd, dan kalo rupiah lemah itu nanti harga kedelai dan gandum jadi lebih mahal dalam rupiah dan harga tempe dan tepung otomatis juga jadi naik. tak sawang2 rodo2 wong tuek 1 iki," tulis @masmasbia....

sementara itu, ada pula yang mencoba melihat dari dua sudut pandang berbeda dalam cuitan 12 menit yang meraih 178 tayangan.

"pak prabowo tidak salah juga merespon masalah ekonomi saat ini seperti ini karena itu informasi yang didapat dan yakinin. masyarakat tidak salah juga merespon sebaliknya dari respon pak prabowo karena itu informasi yang di dapat oleh masyarakat juga. 2 sudut pandang. 1 negara," tulis @ujangpetotjkt.

jejak digital 2013 jadi sorotan utama

selain melontarkan kritik keras terhadap logika ekonomi yang dipakai, publik juga menggali rekam jejak digital lama presiden prabowo jauh sebelum menjabat.

sebuah utas dari warga internet yang dilihat 23.000 kali dalam 18 jam terakhir membagikan tangkapan layar cuitan lama sang tokoh politik.

"sehat pak @prabowo ?" tulis @piyusaja2 menyertai gambar bukti masa lalu.

dalam jejak digital tertanggal 11 desember 2013, akun terverifikasi @prabowo menulis dengan lantang, "kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @davidefendhi. hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing."

kontradiksi mencolok antara pernyataan masa lalu dan masa kini inilah yang kian memicu hilangnya simpati publik di saat rupiah terjerembap hingga rp 17.600.

Tag
Share